Berita  

Harhubnas ke-55, Luwu Utara Dorong Transportasi Jadi Motor Penggerak Ekonomi

Gambar: Pj Sekda Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa Memimpin Upacara Peringatan Harhubnas ke 55

LUWU UTARA, Lintas-Enam.com — Pemerintah Kabupaten Luwu Utara menegaskan sektor transportasi tidak hanya berkaitan dengan mobilitas masyarakat, tetapi menjadi salah satu penopang utama aktivitas ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Penegasan itu disampaikan dalam upacara peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) ke-55 yang digelar Dinas Perhubungan Luwu Utara di Lapangan Upacara Kantor Bupati Luwu Utara, Kamis (17/9/2026).

Upacara tersebut dipimpin Pj. Sekretaris Daerah Luwu Utara, Jumal Jayair Lussa.

Harhubnas tahun ini mengusung tema “Menghubungkan Indonesia untuk Masa Depan Lebih Maju”.

Dalam sambutannya, Jumal mengatakan konektivitas transportasi memiliki dampak langsung terhadap kehidupan masyarakat dan perputaran ekonomi.

Menurutnya, transportasi menjadi penghubung antara pulau dan pulau, kota dan desa, hingga sentra produksi dengan pasar.

Baca Juga:  MBG Sesenapadang Sasar 2.259 Penerima, Menu Lengkap Disiapkan

“Kita menghubungkan pulau dengan pulau, kota dengan desa, sentra produksi dengan pasar, rumah, sekolah, dan rumah sakit,” kata Jumal.

Ia menyebut, dampak sektor perhubungan jauh lebih luas dari sekadar memindahkan orang dan barang.

Transportasi membuka kesempatan kerja, memperlancar distribusi pangan, menggerakkan industri, mempertemukan keluarga hingga memperluas kehadiran pelayanan negara ke wilayah 3T.

Bagi Luwu Utara, persoalan konektivitas menjadi penting, mengingat karakter wilayahnya yang luas dengan sejumlah kawasan yang berada jauh dari pusat pemerintahan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Luwu Utara, Misbah, mengatakan pihaknya berkomitmen meningkatkan pelayanan transportasi hingga ke wilayah pelosok.

“Kami di Dinas Perhubungan berkomitmen terus berinovasi dan bekerja nyata,” ujar Misbah.

Ia menegaskan, transportasi harus dipandang sebagai bagian dari strategi pembangunan daerah.

Baca Juga:  14 Anggota Mangkir, Paripurna APBD Mamasa Batal: LMND Pertanyakan untuk Siapa DPRD Bekerja?

“Transportasi bukan sekadar mobilitas fisik semata, tetapi juga roda penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah, pemerataan kesejahteraan, serta kepastian aksesibilitas bagi seluruh masyarakat, termasuk di wilayah-wilayah pelosok,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *