Dorong Pertumbuhan Ekonomi, Pj Bupati Mamasa Kunjungi Pembudidaya Ikan di Desa Mesakada

Pj Bupati Mamasa, Muhammad Zain saat mengunjungi kelompok pembudidaya ikan di Desa Mesakada

Lintas-Enam.com, Mamasa – Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Muhammad Zain berkunjung ke lokasi budidaya ikan di Desa Mesakada, Kecamatan Tandaukkalua, Minggu, (25/2/2024).

Dalam kunjungan itu, Pj Bupati didampingi Kepala Dinas Perumahan, Labora Tandipuang bersama sejumlah Kepala OPD dan tim media center.

Pj. Bupati Mamasa, Muhammad Zain mengatakan, kunjungannya kepada pembudidaya ikan merupakan bagian dari upaya mendorong perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Manfaatkan Waktu Libur, Pj Bupati Mamasa Sambangi Budidaya Ikan Koramil 1428-02 Sumarorong

Karenanya, pada kunjungan itu, Zain menyempatkan diri mendengar langsung berbagai masukan dan kendala yang dialami pembudidaya ikan.

Kata Zain, pemerintah mendukung dan memberikan solusi yang tepat guna meningkatkan hasil produksi perikanan di Mamasa.

Baca Juga:  Insiden Kondoruba Buka Tabir Dugaan Penyelundupan Pupuk Subsidi, Bupati Mamasa Mengaku Geram

“Mamasa ini adalah anugerah Tuhan yang harus dirawat, sumberdaya alam melimpah, budidaya ikan tawar perlu ditingkatkan, kita jadikan Mamasa sebagai Lumbung Ikan tawar di Sulawesi Barat bahkan menyuplai ikan ke IKN,” ujar Zain, di sela kunjungannya.

Zain berharap masyarakat memanfaatkan potensi sumberdaya alam menjadi momentum positif, dalam mengembangkan sektor perikanan di Kabupaten Mamasa.

“Sektor perikanan mesti melakukan upgrading. Ciptakan kemajuan pesat untuk memberikan manfaat yang besar bagi masyarakat dan perekonomian Mamasa,” harapnya.

Kunjungan Pj Bupati Mamasa, mendapat apresiasi dari pembudidaya ikan air tawar di Desa Mesakada, satu di antaranya Frans.

Fran mengatakan, baru kali ini mendapat kunjungan dari pejabat setingkat Bupati.

“Kehadiran beliau membawa angin segar untuk masyarakat, khususnya para pembudidaya ikan,” ucap Frans.

Baca Juga:  Tepat di Depan Rujab Wakil Bupati Mamasa, Hanna Bertahan Hidup di Rumah Reyot Tanpa Bansos

Frans menyebut, budidaya ikan yang ia geluti sejak tahun 2018 berawal dari hobi. Saat masa pandemi covid-19, budidaya ini justru banyak perkembangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *