Ia membeberkan, awalnya ia tak percaya bahwa orang dari luar Mamasa lah yang menempati posisi teratas, sebagai calon bupati yang paling diinginkan masyarakat Mamasa.
“Kenapa fenomena ini terjadi karena orang Mamasa menginginkan pemimpin baru di Kabupaten Mamasa yang tidak terkontaminasi pemimpin lama,” imbuhnya.
Hal itu lanjut Jufri, terlihat di hasil Survey bahwa masyarakat Mamasa tidak puas terhadap Pemerintah Kabupaten Mamasa selama 10 tahun belakangan.
“Rupanya pilihan orang Mamasa di beberapa lembaga survey, jatuh kepada Pak Ketua DPRD Tana Toraja,” tukasnya.






