RSUD Kondosapata juga memiliki beragam Masalah dalam prosedur pelayanan hingga warga Mamasa menyebutnya sebagai “Rumah Sakit Rujukan” rumah sakit yang hanya bisa merujuk pasiennya.
Aparat Desa dan Kepala Desa juga menjadi Korban dari Defisit yang di alami Mamasa, Siltap Aparat Desa dan Kepala desa juga di tunda pembayarannya Oleh Pemda Mamasa bahkan sampai 7 bulan padahal seharusnya Pemda Mamasa membayarkan Siltap ini setiap bulan.
Dari 168 desa yang ada di Mamasa belum 50% yang menerima pemabayaran Siltap ini. rezim Harmonis juga meninggalkan Utang Kepada para pihak ke-3 di Mamasa atau Para Kontraktor yang nilainya sampai ratusan miliar rupiah.
Sebagai informasi juga pak di kabupaten Mamasa banyak sekali pasar yang di bangun baik dari dana kementrian perdagangan maupun APBD Mamasa, seperti pasar Rakyat Malabo dan Pasar Barra Barra yang terbengkalai dan cenderung buang-buang anggaran kerena sebelum gedung pasar ini di bangun, Pemda Mamasa tidak mempertimbangkan lokasi pasar sebelumnya sehingga bangunan ini menjadi Mubasir.
Masih ada banyak Masalah di Mamasa pak Presiden yang mungkin jika di sebutkan 1 persatu tidak akan cukup 1 buku.
Tapi kami berharap Masalah Masalah di atas dapat di perhatikan Oleh Pemerintah Pusat utamanya peningkatan fasilitas pelayanan Kesehatan di Mamasa, karena untuk mendapat pelayanan Kesehatan yang Prima di Kabupaten Mamasa masih sangat sulit.
Kami juga berharap penegakan Hukum yang tidak pandang bulu untuk mereka mafia dan perampok APBD Kabupaten Mamasa.(*)
Terima Kasih, Kurru Sumanga
Dari Rakyat Mamasa yang mencintaimu
Taufik Rama Wijaya
