MAMASA, Lintas-Enam.com — Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sulawesi Barat, menguji kelayakan pengelolaan limba domestik lima dapur SPPG di Kabupaten Mamasa.
Pengujian lima dapur SPPG sejak Selasa hingga Rabu didampingi Koordinator Wilayah SPPG, Muh. Syahrul Gunawan, dilakukan guna mengevaluasi kepatuhan pengelolaan air limbah.
Adapun limba domestik lima dapur SPPG yang diuji yakni SPPG Mambi, SPPG Rantebulahan, SPPG Balla, Sesenapadang dan Buntu Buda.
Tim Sampling Laboratorium DLH Sulawesi Barat, Susan Sinaga, mengatakan, pengujian terhadap lima dapur satuan pelayanan dan pemenuhan gizi (SPPG), dilakukan dengan tiga parameter.
Parameter yang dimaksud yakni parameter pH, dissolved oxygen (DO), dan daya hantar listrik (DHL).

Dari hasil awal pemeriksaan dengan tiga parameter di lapangan, menunjukkan masih memenuhi baku mutu.
Namun, hasil tersebut belum cukup untuk memastikan pengelolaan limbah kelima dapur itu benar-benar memenuhi standar lingkungan.
Menurut Susan, masih ada beberapa parameter lagi yang harus diuji di laboratorium seperti, minyak dan lemak, Biochemical Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), serta fecal coliform.
“Kami belum bisa menentukan hasil parameter lapangan saja. Harus secara menyeluruh dari hasil pengujian di laboratorium dan di lapangan,” jelas Susan, ditemui di SPPG Buntu Buda, Rabu (21/10/2026).
Hasil pengamatan terhadap konstruksi dan pengelolaan instalasi pengelolaan air limbah (IPAL) di setiap dapur SPPG, menurut Susan, masih memenuhi standar.

Kendati demikian, hasil pemeriksaan lapangan tidak bisa dijadikan satu-satunya dasar untuk menyatakan pengelolaan limbah SPPG telah memenuhi ketentuan.
Kepastian mengenai kualitas air limbah masih bergantung pada hasil pengujian seluruh parameter yang dipersyaratkan.
DLH sendiri mencatat, pengelolaan minyak dan lemak masih perlu diperbaiki berdasarkan pengamatan fisik di lokasi pemeriksaan.