Berita  

Siltap Tak Kunjung Dibayar, Aparat Desa dan Aktivis Minta Pj. Bupati Mamasa Dicopot

Foto: Orator, Zul, saat melakukan orasi di kantor DPRD Mamasa

Lintas-Enam.com, Mamasa – Penghasilan tetap (Siltap) aparat desa tak kunjung dibayarkan mendorong puluhan aparat desa dan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) berunjuk rasa.

Bersama aktivis dan mahasiswa, mereka mendatangi kantor Bupati Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar) untuk menemui Pj. Bupati menyampaikan aspirasi pada Selasa, (10/9/2024)

Dibawah teriknya mentari, pengunjuk rasa secara bergantian menyampaikan orasinya.

Salah satu peserta aksi, Zul mengatakan sejak ditunjuk sebagai Pj. Bupati Mamasa, Pj. Zain hanya sibuk kunjungan dan perjalanan dinas yang menghabiskan banyak anggaran.

“Selain ke luar daerah, Pj Bupati Mamasa juga hanya melakukan kunjungan ke desa-desa untuk membuat konten dan menebar janji,” katanya melalui pengeras suara.

Baca Juga:  GAMKI Luwu Utara Bangun Sinergi, Temui Staf Khusus Bupati

Ia menuturkan, harusnya Kabupaten Mamasa dibangun dengan keikhlasan dan program pro rakyat.

Senada itu, Perwakilan BPD, Jitro Kalasa menyampaikan jika aksi mereka tidak direspon, maka pihaknya akan menurunkan ribuan BPD dan aparat desa untuk berunjuk rasa.

“Kami punya tanggung jawab di rumah dan anak-anak kami sekolah dan kuliah mereka butuh biaya, bukan konten,” ungkapnya.

Setelah berorasi berjam-jam di depan kantor Bupati Mamasa, tak satupun pejabat yang menemui pengunjuk rasa.

Merasa disepelekan, puluhan massa itu akhirnya meninggalkan lokasi unjuk rasa.

Namun sebelum beranjak dari halaman kantor Bupati Mamasa, mereka meminta agar Pj. Bupati Mamasa dicopot dan mengancam akan melakukan kembali aksi unjuk rasa dengan melibatkan massa yang lebih banyak.(*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *