Berita  

PGPI Luwu Utara Ikut Demo Perjuangkan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

PGPI Luwu Utara dalam Aksi Damai Gerakan Perjuangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

PGPI Luwu Utara Ikut Demo Perjuangkan Pembentukan Provinsi Luwu Raya

Lintas-Enam.com, Luwu Utara — Persekutuan Gereja-Gereja Pantekosta Indonesia (PGPI) Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, turut bergabung dalam aksi damai Gerakan Perjuangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya yang digelar pada Jumat, (23/01/2026).

Kehadiran PGPI Luwu Utara menjadi bentuk dukungan moral dan partisipasi aktif umat Kristiani, dalam menyuarakan aspirasi masyarakat Luwu Raya, terkait pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) Provinsi Luwu Raya.

Sejumlah pengurus dan jemaat PGPI Luwu Utara, tampak bergabung bersama elemen masyarakat lainnya di titik kumpul aksi.

Mereka membawa spanduk dan poster bertuliskan dukungan terhadap percepatan pemekaran Provinsi Luwu Raya, sambil mengikuti rangkaian aksi secara tertib dan damai.

Baca Juga:  Hyunjin Enterprise Mulai Proyek Pemurnian Air di Luwu Utara, Bupati: Solusi untuk Wilayah yang Belum Terjangkau PDAM

Ketua PGPI Luwu Utara, Pdt. Novel Pangemanan, mengatakan bahwa keterlibatan PGPI dalam aksi tersebut, dilandasi oleh semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap masa depan pembangunan Luwu Raya.

“Kami hadir untuk memberikan dukungan moral dan menyuarakan aspirasi umat, agar perjuangan pembentukan Provinsi Luwu Raya dapat segera terwujud, demi pemerataan pembangunan dan pelayanan publik yang lebih baik,” ujar Pdt. Novel Pangemanan di sela-sela aksi.

Ia menegaskan bahwa PGPI Luwu Utara mendukung penuh perjuangan tersebut dengan tetap mengedepankan cara-cara yang damai, tertib, dan bermartabat.

“Kami mengimbau seluruh peserta aksi, khususnya warga gereja, untuk tetap menjaga ketertiban, tidak terprovokasi, dan menunjukkan bahwa perjuangan ini dilakukan dengan cara yang damai dan bermartabat,” tambahnya.

Baca Juga:  VIRAL! Warung Kejujuran di Malatiro Diduga DigasaK Maling

Aksi damai Gerakan Perjuangan Pembentukan Provinsi Luwu Raya ini diikuti oleh berbagai elemen masyarakat, tokoh adat, tokoh pemuda, organisasi kemasyarakatan, serta perwakilan gereja dan umat lintas denominasi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *