Lintas-Enam.com, Mamasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), berencana menanam 550 ribu pohon dan mengembangkan tanaman anggrek.
Hal itu disampaikan Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Muh. Zain pada sambutannya di kegiatan salat Iduladha di Lapangan Kondosapata’, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Senin, (17/6/2024).
Penanaman pohon akan dilaksanakan pada 1 Juli 2024, melibatkan seluruh unsur pemerintah dan masyarakat Kabupaten Mamasa .
Aksi itu disebut sebagai salah satu cara mencegah longsor.
Seperti dilakukan Polres Mamasa, telah menanam 400 pohon di Kelurahan Tawalian, Kecamatan Tawalian.
Rencana penanaman pohon tersebut lanjut Zain, sesuai pesan dari Pj. Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin.
Mengenai pengembangan tanaman anggrek, Muh Zain tidak menyebutkan tanggal pasti, namun akan dilaksanakan dalam waktu dekat.
“Kita mau kembalikan Mamasa asli, Mamasa kota kembang. Saya sudah minta ahlinya untuk datang ke sini bersama-sama kita mengembangbiakkan anggrek,” ujarnya.
Ia menuturkan, ada salah seorang petani anggrek Mamasa bernama Andre yang mengembangbiakkan 400 jenis bunga anggrek di Desa Tondok Bakaru. 200 di antaranya belum memiliki nama.
Menariknya, Muh. Zain mengatakan, Mamasa memiliki 7 jenis anggrek endemik.
“Apa itu endemik, hanya tumbuh di Bumi Kondosapata’. Mungkin juga di surga nanti, tidak ada di tempat lain kecuali kita,” katanya.
Nantinya, pengembangbiakan anggrek akan lakukan dengan skema konservasi atau skema kebun plasma.
Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Mamasa nantinya yang menjadi penggeraknya.(*)
