Berita  

Obat Habis, Warga Mamasa “Tak Boleh” Hipertensi

Gambar: Ilustrasi obat Amlodhipin/Ist

Untuk memenuhi kebutuhan obat itu, Maryam mengaku harus mengeluarkan dana kapitasi.

“Bulan lalu kami belanjakan obat dari dana kapitasi kurang lebih Rp9 juta,” bebernya.

Kondisi ini kata dia, disebabkan pembatasan orderan dari pihak kimia farma.

“Menurut infonya, ada pembatasan dari pihak kimia farma karena masih ada sangkutan. Tapi menurut Dinas Kesehatan, bulan depan sudah ada pengadaan obat,” pungkasnya.

Baca Juga:  Hadiri Safari Ramadan, Bupati Mamasa Ajak Masyarakat Junjung Tinggi Nilai Toleransi

Mengenai kondisi ini, Lintas-Enam.com berupa mengkonfirmasi pihak Kepala Dinas Kesehatan via Whatsapp, namun tidak memberi respon.

Hingga berita ini dirilis, belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Ratna Sari Dewi. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *