Untuk memenuhi kebutuhan obat itu, Maryam mengaku harus mengeluarkan dana kapitasi.
“Bulan lalu kami belanjakan obat dari dana kapitasi kurang lebih Rp9 juta,” bebernya.
Kondisi ini kata dia, disebabkan pembatasan orderan dari pihak kimia farma.
“Menurut infonya, ada pembatasan dari pihak kimia farma karena masih ada sangkutan. Tapi menurut Dinas Kesehatan, bulan depan sudah ada pengadaan obat,” pungkasnya.
Mengenai kondisi ini, Lintas-Enam.com berupa mengkonfirmasi pihak Kepala Dinas Kesehatan via Whatsapp, namun tidak memberi respon.
Hingga berita ini dirilis, belum diperoleh konfirmasi dari Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Ratna Sari Dewi. (*)