Dari kelompok tersebut tercatat 31 ibu hamil, 146 balita dan 157 ibu menyusui, dengan total penerima manfaat mencapai 340 orang.
Enam porsi makanan juga disiapkan sebagai sampel uji organoleptik untuk kelompok 3B.
Dengan demikian, jika digabungkan dengan kelompok satuan pendidikan, total penerima manfaat program pada hari tersebut mencapai 2.520 orang.
Menu yang disajikan terbilang sederhana namun terdiri dari beberapa sumber zat gizi.
Paket makanan terdiri dari nasi putih, ikan fillet sambal, tempe orek, tumis labu siam dan jagung, serta buah semangka kuning.
Komposisi tersebut disesuaikan dengan kelompok penerima manfaat. Berdasarkan data SPPG, paket untuk balita mengandung sekitar 555 kkal energi, 21,1 gram protein, 28,8 gram lemak, 55,5 gram karbohidrat dan 1,8 gram serat.
Sementara untuk ibu hamil dan ibu menyusui, kandungan yang diberikan mencapai sekitar 796,9 kkal energi, 31,8 gram protein, 32,6 gram lemak, 97,4 gram karbohidrat dan 2,8 gram serat.
Adapun untuk kelompok PAUD, KB, TK serta siswa SD kelas 1-3, paket makanan tercatat mengandung 104,9 kkal energi, 22,2 gram protein, 29,6 gram lemak, 65,2 gram karbohidrat dan 2,3 gram serat.
Sedangkan kelompok siswa SD kelas 4-6, SMP, MTs, SMA, SMK dan santri mendapatkan paket dengan kandungan sekitar 721,3 kkal energi, 30,2 gram protein, 32,3 gram lemak, 80,9 gram karbohidrat dan 2,9 gram serat.
Di balik distribusi ribuan porsi makanan tersebut terdapat tim SPPG Mamasa Mambi Rantebulahan yang berjumlah 47 karyawan.
SPPG dipimpin M. Ikbal, sebagai Kepala SPPG, dengan Kurnia Dwi Oktavia, sebagai ahli gizi dan Widya Putri Pratiwi, sebagai ahli akuntan.
Keterlibatan tenaga gizi menjadi bagian penting dalam memastikan makanan yang diproduksi tidak hanya memenuhi kebutuhan jumlah penerima, tetapi juga memperhatikan komposisi gizi sesuai kelompok sasaran.
