Berita  

Jalan Indah Aspal Tipis di Sumarorong, Rp4,8 M

Pekerjaan aspal di Kecamatan Sumarorong

“Itu sudah keluar dari petunjuk teknis pekerjaan. Saya kira nilai mata anggaran per meter setiap aspal itu ada, di sana sudah termuat rincian ketebalan, bahan dan sebagainya. Jadi kalau ada pekerjaan begitu maka saya duga kuat asal-asalan,” jawab Arwin Rahman Tona kepada media ini.

Legislator Arwin Rahman Tona dikonfirmasi pada Kamis, 26 Desember, sekitar pukul 13.10 Wita.

Eks aktifis mahasiswa HMI di Sulawesi Barat ini sebut, jika hal itu benar — aspal tipis di bawah 3 sentimeter — maka itu menyalahi petunjuk teknis pekerjaan.

“Bisa dicek dokumen kontrak dan RAB-nya,” tulis Arwin Rahman Tona dalam keterangan tertulisnya.

Menjelang petang yang teduh di tengah hujan rintik di Sumarorong kemarin itu, kami telusur area Bandara Perintis Sumarorong.

Baca Juga:  Wacana Penghapusan Wakil Kepala Daerah, Ryan Mewa’: Jangan Ada Dua Matahari dalam Pemerintahan

Bandara ini dibangun dari APBN ratusan miliar belasan tahun lalu, 2010. Kementerian Perhubungan RI telanjur komitmen bangun penerbangan di daerah pinggiran Indonesia tanpa mempertimbangkan azaz kebutuhan dan kelayakan.

Jalan tua sejak zaman Kolonial Belanda — meski di tengah kotanya berlubang menganga menjulai pada poros Mamasa – Polewali sepanjang 93 kilometer, azas manfaatnya begitu vital hingga kini.

Jalan ini kemudian kita tahu sebagai Jalan Provinsi. Yang tahun 2024 ini disuntik anggaran APBN/pusat lantaran betapa diperlukannya jalan strategis antar kabupaten ini.

Dengan begitu, status bandara perintis seolah tak berguna lagi, selain hanya jadi pendaratan tamu-tamu penting seperti ketika Menteri Sandiaga Uno dan Menteri Muhajir Efendi tempo hari.

Baca Juga:  Kasus HIV/AIDS di Mamasa Tahun 2025 Naik, Tracing Puskesmas Ungkap Pergerakan Kasus

Selain itu, jadilah bandara ini seolah tempat teraman berwisata tak bertuan.(*)

SARMAN SHD

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *