Berita  

Hadiri Peneguhan Pendeta GPIL Rante Bone, Stafsus Bupati Lutra Sampaikan Ini

Staf Khusus Bupati Luwu Utara, Surianto Musa, menyampaikan pesan di peneguhan Pendeta GPIL Rante Bone

Hadiri Peneguhan Pendeta GPIL Rante Bone, Stafsus Bupati Lutra Sampaikan Ini

Lintas-Enam.com, Luwu Utara — Suasana khidmat menyelimuti ibadah peneguhan Pendeta Topan K. Pepa, di Gereja Protestan Indonesia Luwu (GPIL) Jemaat Rante Bone, Desa Buangin, Kecamatan Sabbang Selatan, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, pada Rabu, (25/02/2026).

Ibadah peneguhan dipimpin langsung oleh Ketua Sinode GPIL, Isbon Nosi, M.Th, yang secara resmi meneguhkan Pendeta Topan Pepa sebagai gembala jemaat Rante Bone.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Khusus Bupati Luwu Utara, Pendeta Surianto Musa, serta Penyuluh Agama Kristen, Pendeta Heru Iskandar.

Dalam sambutannya, Surianto Musa menekankan pentingnya tata kelola administrasi gereja yang tertib dan sesuai regulasi.

Ia mengimbau agar setiap gereja segera mengurus sertifikat tanah dan bangunan guna mencegah potensi sengketa di kemudian hari.

Baca Juga:  EDITORIAL: Bayar Utang Lama, Cetak Utang Baru: APBD Mamasa Terjebak Lingkaran Kewajiban

Menurutnya, legalitas aset gereja merupakan fondasi penting agar pelayanan dapat berjalan dengan aman dan berkelanjutan.

Selain sertifikat, ia juga mengingatkan agar setiap gedung gereja memiliki Izin Mendirikan Bangunan (IMB) atau Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) sesuai ketentuan yang berlaku.

“Hal ini penting demi kepastian hukum dan ketertiban administrasi, sehingga gereja dapat menjalankan pelayanan tanpa hambatan,” ujarnya.

Tak hanya menyentuh aspek kelembagaan, Surianto juga mengingatkan gereja untuk memastikan setiap jemaat yang telah atau akan menikah tercatat secara resmi di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

Pencatatan tersebut dinilai krusial untuk memberikan perlindungan dan kepastian hukum bagi keluarga jemaat.

Di akhir sambutannya, ia menyampaikan pesan khusus kepada Pendeta Topan Pepa agar tetap bersemangat dalam melayani serta sabar menghadapi dinamika pelayanan.

Baca Juga:  Nota Diduga Dimanipulasi, BPK Temukan Selisih Pembayaran BBM Randis Bupati Mamasa

“Setiap jemaat memiliki karakter yang berbeda. Di situlah dibutuhkan kesabaran, hikmat, dan kasih dalam memimpin,” pesannya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *