MAMASA, Lintas-Enam.com – Layanan makanan bergizi gratis (MBG) di beberapa sekolah di Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, pagi tadi tidak tersalurkan, pada Rabu (5/8/2026).
Pihak sekolah bahkan baru mendapat informasi dari pihak SPPG di pagi hari. Orang tua murid pun baru bergegas membawa bekal bagi anaknya yang sudah terlanjur berada di sekolah.
Kondisi ini menimbulkan tanda tanya sekaligus sorotan bagi Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Mamasa.
GMNI Mamasa meminta Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buntubuda selaku penyedia, memberikan klarifikasi mengenai alasan berhentinya distribusi MBG tanpa pemberitahuan lebih awal.
GMNI menilai, penghentian penyaluran tanpa informasi sebelumnya berpotensi menimbulkan kebingungan di kalangan penerima manfaat, serta mengurangi kepercayaan masyarakat terhadap pelaksanaan program.
Ketua DPC GMNI Mamasa, Toni menegaskan, apabila terdapat kendala teknis maupun administratif, pengelola seharusnya menyampaikan informasi secara terbuka kepada sekolah dan masyarakat sebagai bentuk tanggung jawab dalam pelayanan publik.
Selain meminta penjelasan resmi mengenai penyebab tidak tersalurnya MBG, GMNI juga mendesak pengelola memastikan distribusi kembali berjalan sesuai jadwal agar hak para siswa tetap terpenuhi.
Tak hanya itu, GMNI Mamasa juga meminta Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Mamasa menjalankan tugas dan fungsi pengawasan secara maksimal.
Menurut mereka, pengawasan harus dilakukan secara nyata di lapangan untuk memastikan pengelolaan MBG berjalan sesuai regulasi dan hak penerima manfaat terpenuhi.






