MAMASA, Lintas-Enam.com, – Koordinator Wilayah (Korwil) Makanan Bergizi Gratis (MBG) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Syahrul Gunawan, beri penjelasan alasan penghentian layanan SPPG Buntubuda pada Rabu (5/8/2026).
Syahrul menjelaskan, berhentinya layanan penyaluran MBG oleh Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Buntubuda, disebabkan belum tersalurkannya dana operasional dari pihak Badan Gizi Nasional (BGN).
“Top-up dana dari BGN kemarin belum masuk. Sementara menurut penjelasan BGN, top-up dilakukan Senin, Rabu dan Jumat,” ungkap Syahrul, kepada Lintas-Enam.com, malam tadi.
Menurut Syahrul, kondisi ini terpaksa terjadi karena sesuai Juknis, operasi MBG tidak boleh menggunakan dana talangan.
Kendati demikian, malam ini pihak BGN melakukan top-up dana, sehingga dapat dipastikan bahwa layanan penyaluran MBG pada SPPG Buntubuda, akan berjalan besok seperti biasa.
Mengenai kondisi itu, Syahrul menyampaikan permohonan maaf bagi penerima manfaat.
“Mewakili SPPG Buntubuda, kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya,” pintanya.
Perihal minimnya penyampaian penghentian layanan yang dikeluhkan penerima manfaat dan menjadi sorotan mahasiswa, Kepala SPPG Buntubuda, Welti, juga beri tanggapan.
Menurutnya, hingga tengah malam kemarin, pihaknya masih berupaya mengkonfirmasi pihak BGN mengenai dana operasional.
Akibatnya, pihak SPPG lupa menyampaikan informasi soal pemberhentian sementara.
Kendati begitu, SPPG Buntubuda telah menyampingkan permohonan maaf kepada pihak penerima, melalui grup Whatsapp.
“Kami lupa karena sampai tengah malam konfirmasi ke pusat apakah ada dananya, dan tengah malam baru ada jawaban. Kami sudah minta maaf,” ungkapnya. (*)





