“Besarnya biayanya pak, itu ji nakerja,” kata mereka kompak sembari terbahak.
Gudang Obat Setengah Miliar
Dari Rangas kami menyegerakan ke Lembang, alamat kantor BKKBN Majene. Di belakang kantor itu berdiri sebuah bangunan baru.
Bangunan baru itu dikomandani oleh Rabiah Al Adawiah, S.Si, Apt, Apoteker Ahli Pertama di Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, nama lain dari BKKBN Kabupaten Majene.
Ia sedang tak berada di tempat. Oleh seorang staf di kantor BKKBN Majene, kami beroleh nomor kontak Ibu Rabiah.
Keterangan yang diperoleh pada Jumat petang, 10 Januari, sekitar pukup 16.00 Wita, Ibu Rabiah sekaligus penanggungjawab Gedung Obat dan Alat Kontrasepsi yang baru dibangun.
Rehab/Kelengkapan Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemkab Majene.

Sudah tak terdapat papan proyek di sekitar banguban baru itu.
Informasi lain ditemukan, proyek itu melekat di APBD Majene 2024 dengan pagu sebesar Rp550.000.000. Bangunan ini dikerjakan oleh CV Qiana Cahaya Cemerlang, beralamat di Perumahan Permata Residance Barombong Blok B Nomor 3 Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan. Dikerjakan mulai 30 Juni 2024.
Dikonfirmasi pada Jumat malam sekitar pukul 21.00 Wita, Rabiah Al Adawiah mengatakan,
“Aula pak! Yang samping bukan gudang obat, tp ruang karantina. Gudang obat tidak mungkin bisa kita akses dengan bebas. Sedang obat di apotek saja terbatas yang bisa diliat, apalagi gudang peyimpanan obat,” jelas Rabiah.
Tapi papa informasi yang terpasang jelas dekat bangunan baru itu diterakan penjelasan sungguh terang: Gudang Alat dan Obat Kontrasepsi Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Pemkab Majene.
Rabiah Al Adawiah mungkin belum pernah menengok gudang tanggungjawabnya itu.
Ketika ditantakan seputar proyek itu, ia bilang, “Kurang tahu pak. Saya cuma berkantor. Kalau proyeknya saya ndak tau.”