LUWU UTARA, Lintas-Enam.com — Kapolres Luwu Utara, AKBP Ario Putranto Tuhu Mangabdi, turun langsung ke Desa Munte untuk memastikan situasi tetap aman dan mencegah terjadinya aksi lanjutan, Senin (5/10/2026).
Kapolres turun langsung memastikan kondisi pasca pertikaian sejumlah pemuda yang terjadi pada Minggu (4/10/2026) petang kemarin.
Didampingi jajaran Polres Luwu Utara, Kapolres memantau sejumlah titik, serta memberikan arahan kepada personel, agar mengedepankan pendekatan persuasif dalam menjaga keamanan masyarakat.
Wakil Bupati Luwu Utara H. Jumail Mappile, bersama Wakapolres Luwu Utara Kompol Andi Muh. Syafei, turut turun ke lapangan dan menemui keluarga korban
Sebelumnya, pada petang kemarin, situasi sempat memanas setelah kejadian penikaman.
Sejumlah kios dan sepeda motor di kawasan Pantai Seta-Seta dilaporkan dibakar. Sebuah rumah warga di Desa Poreang juga ikut terbakar.
Kapolres Luwu Utara mengatakan, setiap dugaan tindak pidana harus diselesaikan melalui proses hukum.
“Kami meminta masyarakat mempercayakan penanganannya kepada kepolisian dan tidak melakukan tindakan main hakim sendiri. Yang paling penting saat ini adalah menjaga situasi tetap aman dan kondusif,” tegas AKBP Ario.
Sebelumnya diberitakan bahwa telah reejadi insiden penikaman di kawasan Pantai Seta-Seta, Desa Poreang, Kecamatan Tana Lili, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Minggu (4/10/2026).
Insiden ini menewaskan satu orang yang terlibat dalam peristiwa itu. 1 lainnya dilaporkan mengalami luka tusuk dan dibawa ke rumah sakit.
Korban meninggal dunia bernama Muhammad Yusril Rasyidin (27). Ia meninggal dalam perjalanan menuju Puskesmas Tana Lili setelah mengalami luka akibat penikaman.
Sementara Arlan (33) mengalami luka tusuk pada bagian perut dan mendapat perawatan di RSUD Andi Djemma Masamba.
Terhadap peristiwa ini, Polisi mengamankan pria bernama Erdiansyah (31) yang diduga terlibat dalam kejadian tersebut.






