Berita  

Buntut Puluhan Siswa Keracunan MBG di Mamasa, Ryan Mewa’ Desak BGN Aktifkan Dapur 3T

Foto: Ketua Sinergi Muda Mamasa, Ryan Mewa

MAMASA, Lintas-Enam.com — Peristiwa dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah siswa di Kecamatan Tabulahan, Kabupaten Mamasa, mendapat sorotan dari Ketua Harian Sinergi Muda Mamasa (SMM), Ryan Mewa’.

Ryan mendesak Badan Gizi Nasional (BGN) mengevaluasi kapasitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang melayani ribuan siswa di wilayah itu.

Ia menyebut, satu SPPG diduga melayani sekitar 3.700 siswa.

Menurut Ryan, jumlah penerima manfaat perlu disesuaikan dengan kapasitas produksi dapur, jumlah tenaga, fasilitas penyimpanan, serta waktu distribusi.

“Kalau satu SPPG harus melayani sampai 3.700 siswa, ini harus dievaluasi. Dengan keterbatasan tenaga dan kapasitas produksi, jangan sampai makanan harus dipersiapkan terlalu dini sehingga kualitas dan keamanan makanan ketika sampai ke sekolah menjadi persoalan,” ujar Ryan.

Baca Juga:  Infrastruktur Jalan Buruk, Seorang Ibu di Mamasa Ditandu Sejauh 10 Km Demi Mendapatkan Pertolongan

Namun, Ryan menegaskan penyebab dugaan keracunan belum dapat disimpulkan.

Ia meminta pemeriksaan dan investigasi resmi dilakukan untuk memastikan penyebab kejadian.

Ryan juga mendesak BGN segera mengaktifkan Dapur 3T yang telah siap beroperasi di wilayah terpencil Mamasa.

Menurutnya, Dapur 3T dapat membantu membagi beban pelayanan sehingga tidak seluruh sekolah bergantung pada satu SPPG.

“Jangan semua dipaksakan kepada satu SPPG. Kalau Dapur 3T sudah siap, segera fungsikan,” tegasnya.

Ryan menilai, pelayanan MBG harus disesuaikan dengan kondisi geografis Mamasa.

Jarak, akses jalan, kapasitas produksi, hingga waktu distribusi perlu menjadi pertimbangan dalam menentukan wilayah pelayanan.

Selain persoalan keracunan MBG di Tabulahan, Ryan juga menyoroti anak-anak di wilayah terpencil yang belum mendapatkan program MBG.

Ia mengaku prihatin setelah melihat video siswa di Talambai, Desa Tawalian Timur, yang meminta agar mereka juga mendapatkan MBG.

Baca Juga:  Aktivis GMNI Mamasa Desak Polres Usut Dugaan Mafia BBM Bersubsidi

“Saya melihat video anak-anak di Talambai, Desa Tawalian Timur. Terus terang saya benar-benar terpukul dan prihatin,” katanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *