MAMASA, Lintas-Enam.com — Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, masih menjadi perhatian sektor kesehatan.
Berdasarkan data hasil tracing yang dilakukan secara rutin oleh sejumlah Puskesmas di Kabupaten Mamasa, tercatat adanya kasus yang ditemukan dalam tiga tahun terakhir.
Hasil tracing, dari tahun ke tahun menunjukkan pergerakan signifikan.
Pada 2024 tercatat sebanyak 4 kasus, kemudian meningkat menjadi 8 kasus pada 2025. Sementara hingga September 2026, kembali tercatat 4 kasus.
Meskipun angka tersebut mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa tetap melakukan upaya pencegahan dan penelusuran untuk mendeteksi kasus sedini mungkin.
Kepala Bidang P2P Dinas Kesehatan Kabupaten Mamasa, Mince Agustinus menyebutkan, penemuan kasus tersebut tidak terlepas dari kegiatan tracing atau penelusuran yang dilakukan secara rutin oleh Puskesmas di wilayah Kabupaten Mamasa.
Dari hasil penelusuran petugas, kasus HIV/AIDS yang ditemukan disebut banyak berkaitan dengan masyarakat yang merantau ke luar daerah dan kemudian kembali ke kampung halaman.
Kondisi ini menjadi salah satu tantangan dalam upaya pencegahan dan pengendalian HIV/AIDS di Mamasa, mengingat mobilitas penduduk dapat membuat proses deteksi dan pencegahan membutuhkan perhatian berkelanjutan.
Mince lebih jauh menjelaskan, Dinas Kesehatan Mamasa, sebenarnya telah memiliki sejumlah program yang diarahkan untuk melakukan pencegahan, edukasi, penelusuran, serta pengendalian HIV/AIDS.
Namun, pelaksanaan program itu masih menghadapi kendala, terutama dari sisi ketersediaan anggaran.
Setiap tahun, kebutuhan anggaran untuk mendukung program pencegahan HIV/AIDS disebut telah diusulkan. Namun, anggaran yang dibutuhkan belum sepenuhnya terealisasi.
“Setiap tahun kami usulkan anggaran untuk program pencegahan, tetapi tidak pernah diakomodir,” ujar Mince, ditemui di Ruang Kerjanya, Senin (28/9/2026) pagi tadi.





