Ryan menilai, anak-anak di wilayah terpencil memiliki hak yang sama untuk mendapatkan program MBG.
“Jangan hanya layani sekolah yang mudah dijangkau. Aktifkan Dapur 3T di wilayah yang benar-benar terpencil. Anak-anak di pelosok Mamasa juga punya hak yang sama untuk merasakan MBG,” pungkasnya.
Ryan berharap kejadian di Tabulahan menjadi momentum bagi BGN untuk mengevaluasi kapasitas SPPG sekaligus mempercepat pemerataan pelayanan MBG hingga ke wilayah terpencil. (*)





