MAMASA, Lintas-Enam.com — Himpunan Aktivis Mamasa (HAM), beri perhatian terhadap pembangunan RSUD Kondosapata, Kabupaten Mamasa.
HAM meminta seluruh pihak menghindari gangguan nonteknis yang berpotensi menghambat proyek yang dinilai penting bagi pelayanan kesehatan masyarakat Mamasa.
Koordinator HAM, Taufik Rama Wijaya, mengatakan pembangunan RSUD Kondosapata harus mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.
“Yang paling penting sekarang adalah bagaimana pembangunan RSUD Kondosapata dapat berjalan lancar, baik dan sesuai target. Jangan sampai proyek yang sangat dibutuhkan masyarakat justru terganggu oleh persoalan-persoalan nonteknis,” ujar Rama, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, keberadaan RSUD Kondosapata merupakan kebutuhan mendesak bagi Kabupaten Mamasa.
Karena itu, pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait diminta menciptakan suasana yang kondusif agar pembangunan dapat berjalan tanpa hambatan.
Rama juga meminta Pemkab Mamasa melalui Bupati mengambil peran aktif dalam menyelesaikan persoalan administrasi dan koordinasi yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.
“Pemda harus bisa menciptakan kondisi yang kondusif. Kalau ada persoalan yang menjadi kewenangan pemerintah daerah, segera difasilitasi dan diselesaikan,” katanya.
Terkait Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) DPRD Mamasa bersama pihak kontraktor pembangunan RSUD Kondosapata, HAM meminta DPRD menjalankan fungsi pengawasan secara profesional.
Rama menilai pengawasan DPRD penting untuk memastikan proyek berjalan sesuai kontrak, spesifikasi teknis dan ketentuan yang berlaku.
Namun, fungsi tersebut jangan sampai berubah menjadi intervensi terhadap pelaksanaan pekerjaan.
“Kami mendukung DPRD melakukan pengawasan. Tetapi pengawasan harus objektif, berdasarkan data dan dokumen. Jangan sampai fungsi pengawasan justru menjadi gangguan terhadap pekerjaan yang sedang berjalan,” tegasnya.
