Berita  

RTLH dan Data PKH tidak Akurat, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara Minta Pemda Sigap

Karemuddin, di rumah warga, Desa Uraso, Kecamatan Mappedeceng, Luwu Utara

RTLH dan Data PKH tidak Akurat, Wakil Ketua DPRD Luwu Utara Minta Pemda Sigap

Lintas-Enam.com, Mamasa – Luwu Utara — Ketua DPRD Luwu Utara, Sulawesi Selatan, Karemuddin, menyuarakan desakan masyarakat agar pemerintah daerah menjadikan persoalan ketimpangan sosial yang terjadi di wilayah itu sebagai prioritas utama.

Hal tersebut menyusul banyaknya rumah tidak layak huni di berbagai wilayah di Luwu Utara, yang akhir-akhir ini menjadi sorotan.

Karemuddin menegaskan, pemenuhan tempat tinggal yang layak merupakan kebutuhan dasar warga yang harus dipenuhi melalui kebijakan pembangunan dan jaminan sosial.

Ia menilai, penanganan rumah tidak layak huni tidak boleh dianggap sebagai program tambahan.

Ia juga menyebutkan bahwa penanganan hunian tidak layak merupakan urusan wajib pemerintah, demi memastikan masyarakat tinggal di lingkungan yang aman, sehat, dan manusiawi.

Baca Juga:  Waspada Cuaca Ekstrem, Sejumlah Wilayah Sulbar Berpotensi Diguyur Hujan Lebat

Selain itu, akurasi data penerima Program Keluarga Harapan (PKH) juga menjadi perhatian.

Karenanya, ia meminta Dinas Sosial bersama pemerintah desa melakukan verifikasi dan validasi ulang secara ketat, agar penyaluran bantuan benar-benar tepat sasaran.

“Ketidakakuratan data bukan sekadar persoalan administratif, ini menyangkut keadilan sosial. Warga yang berhak jangan sampai tidak mendapat bantuan, dan warga yang sudah memenuhi syarat pemberhentian tidak boleh terus dipertahankan,” ujarnya, Minggu (23/11/2025).

“Pembiaran terhadap kondisi seperti ini merupakan bentuk kelalaian dalam penyelenggaraan pelayanan sosial,” sambung Karemuddin.

Ia berharap pemerintah daerah segera mengambil langkah sistematis, mulai dari verifikasi ulang data PKH, hingga percepatan program perbaikan rumah tidak layak huni.

Baca Juga:  Direktur Ujungpandang Research Center Soroti Wacana Pilkada Tanpa Wakil: Efisien, Namun Berisiko bagi Demokrasi

“Saya berharap semua pihak terkait, dapat bekerja profesional sesuai Tupoksinya,” tutup Karemuddin. (*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *