Ulat Ditemukan di Ompreng SPPG Aralle, Korwil MBG beri Penjelasan: Bukan Kesengajaan

Gambar: Kepala SPPG dan Korwil MBG menemui tokoh adat, tokoh masyarakat dan Kepala MI Uhaidao, selaku penerima manfaat beserta Kepala Desa

“Kami memohon maaf sebesar-besarnya atas kejadian ini, semoga dengan insiden ini kami lebih berhati-hati lagi dalam penyajian makanan bergizi ke depannya,” tandasnya.

Sementara itu, Tokoh Pendidik setempat, Syamsul, menyampaikan agar persoalan ini tidak dibesar-besarkan dan cukup dijadikan pelajaran.

Menurut Syamsul, program MBG merupakan bukti kehadiran negara di pelosok desa.

Ia meminta masyarakat penerima manfaat di Desa Uhaidao memberi kesempatan SPPG untuk berbenah.

Baca Juga:  Update Dugaan Keracunan MBG di SMPN 1 Tabulahan, 1 Siswa Disiapkan Dirujuk ke Mamuju

“Saya rasa persoalan ini tidak usah diperpanjang, tidak usah dibesar-besarkan karena ini juga tidak disengaja. Mana mungkin anak kita mau diberikan makanan yang tidak sehat. Ini kejadian yang tak terduga,” kata Syamsul.

Ia mengimbau masyarakat, khususnya penerima manfaat di Desa Uhaidao, agar insiden ini tidak perlu diumbar.

“Tentunya pihak SPPG akan berbenah untuk yang lebih baik,” pungkasnya. (*)

Baca Juga:  SPPG Makuang Messawa Salurkan MBG kepada 29 Sekolah dan 11 Posyandu

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *