Stunting di Mamasa Masih 29 Persen, Data Tak Akurat Jadi Kendala Kejar Target 10 Persen

Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman sekaligus Ketua Satgas Penanganan Stunting Kabupaten Mamasa Sumber: Lintas-Enam.com

Selain itu, terdapat pula dukungan anggaran dari BKKBN serta program dan kegiatan yang dialokasikan melalui APBD.

Sudirman mengatakan anggaran tersebut harus berjalan seiring dengan target penurunan stunting.

“Target tanpa didukung anggaran tidak akan ada gunanya,” tukasnya.

Karena itu, target penurunan stunting hingga di bawah 20 persen akan diselaraskan dengan rencana strategis dan kemampuan anggaran daerah.

Wabup Mamasa juga menyebut, target jangka lanjut diarahkan agar angka stunting dapat ditekan hingga 10 persen.

Selain stunting, persoalan kemiskinan ekstrem juga menjadi perhatian pemerintah daerah.

Baca Juga:  Puluhan Siswa Diduga Keracunan Usai Santap MBG, Kepala SPPG Bungkam

Kata Sudirman, penanganan kemiskinan ekstrem telah dirumuskan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah atau RPJMD.

Program tersebut mencakup berbagai aspek, mulai dari sumber penghidupan masyarakat, tenaga kerja, hingga intervensi lainnya.

Dia menegaskan, penanganan kemiskinan ekstrem tidak dapat dilakukan hanya melalui satu program.

Karenanya, dibutuhkan intervensi lintas sektor yang disertai dukungan anggaran, agar program yang telah direncanakan dapat benar-benar menyentuh masyarakat.

Dengan demikian, validasi data menjadi salah satu pekerjaan penting pemerintah daerah.

Sebab data yang akurat akan menjadi dasar menentukan siapa yang harus menerima intervensi, jenis bantuan yang diberikan, sekaligus memastikan anggaran tidak salah sasaran. (*)

Baca Juga:  MBG di Mambi Rantebulahan Sasar 2.520 Penerima, Pelajar hingga Ibu Hamil dan Balita

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *