Satu Dapur Layani Sekitar 3.600 Penerima
Selain persoalan kualitas makanan, kapasitas pelayanan SPPG di Tabulahan juga menjadi sorotan.
Informasi yang dihimpun menyebutkan saat ini terdapat satu dapur reguler yang melayani sekitar 3.600 penerima MBG.
Seorang pekerja SPPG Tabulahan yang dikonfirmasi pada Senin (29/9/2026) mengakui bahwa jumlah penerima tersebut menjadi beban pelayanan.
“Sejujurnya kami juga mengeluh karena tidak sanggup melayani sebanyak 3.600 penerima,” ujarnya.
Menurutnya, pihak SPPG telah beberapa kali mengajukan permohonan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) agar jumlah penerima yang dilayani dikurangi menjadi sekitar 2.000 orang.
Usulan itu, kata dia, berkaitan dengan rencana pengaktifan dapur SPPG 3T di wilayah Tabulahan yang diharapkan dapat membagi beban pelayanan.
“Sudah sejak dulu kami ajukan permohonan agar jatah penerima kami dikurangi dan meminta agar dapur 3T di Kecamatan Tabulahan segera diaktifkan,” katanya.
Puluhan Siswa Mendapat Penanganan Medis
Kasus dugaan gangguan kesehatan tersebut kini menjadi perhatian setelah sejumlah siswa mengalami keluhan kesehatan usai mengonsumsi MBG.
Data Puskesmas Tabulahan hingga Selasa (29/9/2026) pukul 07.05 WITA mencatat sebanyak 20 siswa telah mendapatkan penanganan medis.
Dari jumlah tersebut, sembilan siswa masih menjalani perawatan, satu siswa dalam observasi, sembilan siswa telah diperbolehkan pulang, dan satu siswa dirujuk ke rumah sakit di Mamuju.
Para siswa berasal dari empat satuan pendidikan, yakni SMPN 1 Tabulahan, SMKN 1 Tabulahan, SMPN 6 Tabulahan, dan SD 07 Pepatian.
Keluhan yang dilaporkan antara lain sakit perut, sakit kepala, mual, muntah hingga sesak.
Penyebab Masih Menunggu Pemeriksaan
Meski terdapat hubungan waktu antara konsumsi MBG dan munculnya keluhan kesehatan, penyebab pasti kondisi para siswa belum dapat disimpulkan hanya berdasarkan keterangan.
Untuk memastikan penyebabnya, diperlukan pemeriksaan dan investigasi oleh pihak berwenang, termasuk pemeriksaan terhadap sampel makanan, proses pengolahan, penyimpanan, distribusi serta kondisi kesehatan para siswa.






