Namun harapan itu hingga kini belum juga terwujud.
Kisah Hanna menjadi potret bahwa di balik berbagai pembangunan dan aktivitas pemerintahan, masih ada warga yang hidup dalam keterbatasan dan membutuhkan uluran tangan.
Kehadirannya seolah menjadi pengingat bahwa persoalan kemanusiaan tidak selalu berada jauh dari pusat pemerintahan, bahkan bisa berdiri tepat di depan rumah jabatan pejabat daerah.
Warga sekitar berharap pemerintah daerah dapat segera meninjau langsung kondisi Hanna dan memberikan solusi yang layak, baik melalui program bantuan rumah tidak layak huni, relokasi bagi korban bencana, maupun skema bantuan sosial lainnya.
Bagi Hanna, sebuah rumah yang aman bukan sekadar bangunan, melainkan harapan untuk menjalani sisa usia dengan rasa tenang dan bermartabat. (*)






