Pertanyaan-pertanyaan itu kini menunggu jawaban dari pihak berwenang.
Polisi Benarkan Ada Kecelakaan di Kondoruba
Terpisah, Kapolsek Aralle IPTU Nasruddin membenarkan adanya informasi kecelakaan tunggal di kawasan pendakian Kondoruba pada Kamis pagi.
Nasruddin mengatakan pihaknya memperoleh informasi dari Satuan Lalu Lintas Polres Mamasa mengenai kecelakaan di wilayah perbatasan Kecamatan Aralle dan Tabulahan.
Namun, saat personel Polsek Aralle tiba di lokasi untuk melakukan pengecekan, kendaraan yang dilaporkan mengalami kecelakaan tersebut masih berada di tempat kejadian perkara.
Mobil itu dalam keadaan rusak, namun muatan berupa pupuk sudah tidak berada di lokasi kejadian.
“Tadi pagi dapat info dari Lantas Mamasa bahwa ada terjadi laka lantas di perbatasan Aralle-Tabulahan. Saat anggota cek ke sana, mobilnya masih ada, tapi muatannya sudah tidak ada,” ujar Nasruddin.
Polisi sejauh ini belum memberikan keterangan mengenai identitas kendaraan maupun barang yang dibawa kendaraan tersebut.
Aparat Diminta Telusuri Jalur Distribusi
Dugaan pengangkutan pupuk bersubsidi keluar wilayah Mamasa perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta instansi yang memiliki kewenangan dalam pengawasan pupuk bersubsidi.
Penelusuran diperlukan untuk memastikan apakah pupuk tersebut benar berasal dari alokasi subsidi Kabupaten Mamasa, siapa yang melakukan penebusan, serta ke mana pupuk tersebut didistribusikan.
Apabila benar pupuk bersubsidi yang dialokasikan untuk petani Mamasa justru dipindahkan dan dipasarkan ke daerah lain, kondisi tersebut tidak hanya menyangkut persoalan distribusi, tetapi juga berpotensi merugikan petani yang seharusnya menjadi penerima manfaat.
Karena itu, aparat diharapkan tidak hanya berhenti pada peristiwa kecelakaan di Kondoruba, tetapi juga menelusuri informasi mengenai dugaan aktivitas pengangkutan pupuk bersubsidi yang disebut berlangsung berulang kali pada malam hingga dini hari.
