Apalagi, tadinya area pembibitan ini vakum, namun dedikasi DKP Sulbar, sehingga kembali bangkit dan Pemkab bisa juga bergabung karena satu kesatuan.
Kepala Teknisi UPTD BBIP Poniang DKP Sulbar, Rahmat Johan menceritakan, sudah hampir 10 tahun bekerja di pembibitan milik Pemprov Sulbar di Sendana.
“Sejak tahun 2015 saya di sini mengelola pembibitan. Awalnya hanya pembibitan udang vaname, kita juga melakukan pembibitan ikan nila,” ucap Rahmat.
Khusus pembibitan udang vaname ada 25 kolam dan pembibitan ikan nila ada tujuh kolam.
“Kalau pembibitan ikan nila bukan indukan dan sudah banyak yang besar, kalau siklus udang vaname mulai dari telur sampai panen sampai 21 hari. Apalagi sekarang sudah ada indukan udang vaname,” imbuhnya.
Sementara itu, Kadis DPKP Sulbar Suyuti Marzuki mengungkapkan, kunjungan Gubernur ke UPTD Poniang guna memastikan pembibitan berjalan.
Beberapa bulan terakhir pihaknya mempersiapkan pembibitan.
“Terutama bibit ikan nila dan udang vaname karena menjadi kebutuhan mendesak, dalam waktu dekat ini mencari induk nila karena sebagian sudah ada,” ungkap Suyuti.
Sehingga bisa memenuhi kebutuhan masyarakat, adapun luas pembibitan ada 4 hektare dan juga ada konservasi mangrove.
“Agenda utama 1.000 pohon di Sulbar akan dilakukan juga, untuk area UPTD ada sekitar puluhan ditanam,” tandasnya.(rls)
