Selain tanaman kopi, Bahtiar pula mengajak warga Tabang agar menanam cabai rawit atau sejenis cabai katokkong di tetangga kampungnya, Tana Toraja.
“Tabang ini sangat cocok untuk kita tanami cabai. Upayakan ratusan hektar supaya daerah kita dikunjungi oleh orang dan salah satunya membeli cabe dalam jumlah banyak. Harus ada sesuatu yang khas,” ucapnya.
Apalagi lanjut Bahtiar sudah banyak warga Tabang yang memulai menanam cabe. Potensi lain yang pantas untuk dilakukan oleh warga Tabang adalah memanfaatkan air sungai yang mengalir di Tabang.
Dia mengaku melihat aliran sungai yang tiada henti bahkan sumber sumber air juga sangat banyak.
Sehingga katanya, warga Tabang sebaiknya mulai membuat kolam kolam ikan nila, bioflok, embun embun dan memanfaatkan irigasi.
“Saya ikutkan Kadis Perikanan dan Kelautan. Coba kordinasi dengan beliau sebab Pemprov punya program membagikan secara gratis bibit ikan nila kepada warga. Pak camat. Harap kordinasi dengan Kadis DKP,” pinta Bahtiar.
Pada sambutan akhir, Pj Bahtiar menghimbau kepada Pj Bupati Mamasa, Muh Zain, untuk melakukan revisi anggaran yang dibutuhkan oleh warga Mamasa khususnya Tabang.
Apalagi dalam kunjungan ini juga hadir Wabup terpilih Mamasa 2024 H. Sudirman, sehingga menurut Bahtiar, sudah klop antara programnya dengan Pemda Mamasa.
Sambutan dan arahan Pj Bahtiar ini dibalas aplaus oleh warga yang sejak pagi menanti kehadiran Pj.Bahtiar beserta rombongannya seperti para kepala OPD Pemprov Sulbar.
Sementara itu Pj Bupati Mamasa, Muh. Zain, kepada warga Tabang menyampaikan bahwa apa yang telah dipaparkan oleh Pj Gubernur, memang pantas untuk mendapat perhatian dari Pemda Mamasa dan masyarakat Tabang.
“Sebagai tokoh nasional beliau dinobatkan dari majalah Tempo sebagai tokoh penggerak ketahanan pangan. Kalau gagasan dan ide dilaksanakan oleh bupati dan wabup terpilih Insya Allah Mamasa akan jauh lebih maju,”ujarnya.
