Berita  

Ekspedisi Perahu Sandeq, Upaya Kementerian Kebudayaan Lestarikan Perahu Tradisional di Mandar

Tim ekspedisi sandeq

“Tiga pelaut Mandar profesional, lima anggota pecinta alam dari Universitas Hasanuddin,” kata Ridwan Alimuddin.

Dia menerangkan dalam perjalan akan singgah di pulau-pulau kecil, mengambil dokumen tradisi lisan suku Bajau.

Ridwan mengatakan perjalanan akan menghabiskan waktu kurang lebih 50 hari dengan jarak kurang lebih 3000 kilometer.

Sembari berharap dalam perjalanan ini tidak ditemukan kendala berarti, sampai dan kembali pulang dengan selamat.

“Ini sudah masuk musim barat, kalau masuk wilayah timur Sulawesi, insyallah sudah teduh, persiapan utama itu perahu sandeq tradisional yang sudah tua,” ujarnya.

Baca Juga:  BPN Luwu Utara Serahkan 185 Sertifikat PTSL, Desa Tingkara Dapat Kuota Terbesar

Pegiat literasi budaya kemaritiman bahari Mandar ini menyebut dua perahu Sandeq sudah berusia 40 tahun, dipersiapkan selama satu bulan.

Ridwan menambahkan tujuan utama ekspedisi ini untuk membawa tradisi orang laut suku Bajau sebagai warisan budaya tak benda di Unesco.

Sehingga dibutuhkan riset kontemporer lewat sebuah ekspedisi sebagai salah satu bahan pengetahuan.

“Salah satunya yakni antara suku Bajau dengan suku Mandar sangat memiliki hubungan erat dalam kemaritiman, nama pulau hingga benda pusaka,” pungkasnya.(FN/*)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *