Desa Pamoseang dan Indobanua di Ambang Merdeka dari Listrik, Terjajah Jalan Berlumpur
Lintas-Enam.com, Mamasa – Lompat pendek sambil mengayun kaki dengan sepakan keras ke lapangan lawan adalah smes paling mematikan oleh pemuda M. Sabir.
Dulu di SMP Negeri Mambi, tempat M. Sabir sekolah pada 1990-an, salah seorang pemain takraw yang disegani adalah remaja asal Salubulung ini.
Salubulung adalah nama sebuah kampung tua di Kelurahan Mambi, seiring waktu setelah masa otonomi daerah, pemekaran kecamatan, desa dan kelurahan pun terjadi.
Salubulung kemudian naik status menjadi Kelurahan Talippuki, pemekaran dari Kelurahan Mambi, Kecamatan Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Wilayah Kelurahan Talippuki kian mengecil setelah kampung Pamoseang dan kampung Indo Banua berdiri sendiri jadi desa.
Sabir tak memiliki kemauan terlampau besar dengan pergi merantau ke kota melanjutkan pendidikan misalnya.
Setelah tamat SMP Negri Mambi, ia melanjutkan pendidikan di SMA Negeri Mambi juga. Ia tak tertarik sekolah tinggi-tinggi.
Di masa remaja hingga dewasa, lelaki 51 tahun itu lebih suka menggelandang di pegunungan. Sembari membina olahraga pemuda pemudi di kampungnya, Pamoseang.
Data BPS Mamasa, Dua Desa Tanpa Listrik
Gelandangan pemuda M. Sabir menyimpan bakat kepemimpinan. Kini ia telah memimpin Desa Pamoseang di periode 6 tahun yang kedua.
Tentu masih akan lama menjadi Kepala Desa Pamoseang menyusul pemberlakuan perpanjangan masa jabatan kepala desa dari 6 tahun menjadi 8 tahun, implementasi revisi UU Nomor 6 Tahun 2014 Tentang Desa.
Jangkauan kades Sabir tak untuk menerangi rumah-rumah di desanya tak sebanding mengelola potensi pemuda desa jadi pemain andal bola voli dan takraw misalnya.
Kades Sabir sejatinya tak bisa berbuat apa-apa melihat desanya tanpa listrik dari PLN.
Terdata bahwa terdapat 70 rumah di Desa Pamoseang berpenerang non-PLN, sesuai data BPS Kabupaten Mamasa 2023. Selebihnya masih gulita di malam hari.





