MAMASA, Lintas-Enam.com — Dugaan penyimpangan distribusi pupuk bersubsidi di Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, mencuat.
Pupuk yang semestinya diperuntukkan bagi petani di Kabupaten Mamasa diduga justru diangkut keluar daerah dan diarahkan ke wilayah Kabupaten Mamuju Tengah.
Dugaan tersebut terungkap setelah sebuah mobil pikap yang disebut-sebut mengangkut pupuk bersubsidi mengalami kecelakaan tunggal di kawasan pendakian Kondoruba, wilayah perbatasan Kecamatan Aralle dan Tabulahan, Jalan Poros Mamuju–Mamasa, Kamis (10/9/2026) pagi.
Informasi yang dihimpun Lintas-Enam.com menyebutkan, kendaraan tersebut diduga membawa pupuk bersubsidi yang sebelumnya diambil dari wilayah Kabupaten Mamasa.
Kendaraan itu disebut akan menuju Salukayu, Kabupaten Mamuju Tengah. Dari wilayah tersebut, pupuk diduga akan dipasarkan kembali.
“Pemilik mobil bernama M, orang Salukayu, Mamuju Tengah. Dia kecelakaan mobilnya di Kondoruba,” ujar sumber yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.
Bukan Sekali? Aktivitas Diduga Berlangsung pada Dini Hari
Yang membuat dugaan ini semakin serius, sumber tersebut mengklaim aktivitas pengangkutan pupuk bersubsidi dari Mamasa menuju Mamuju Tengah diduga bukan hanya terjadi sekali.
Ia menyebut sejumlah kendaraan, mulai dari mobil pikap hingga truk, diduga secara berulang mengangkut pupuk dari wilayah Mamasa menuju Mamuju Tengah.
“Saya pantau terus dan punya beberapa dokumen. Hampir setiap malam, pada waktu subuh dini hari, ada kendaraan yang diduga membawa pupuk subsidi dari Kabupaten Mamasa melintas di Jalan Poros Mamuju–Mamuju Tengah,” ungkapnya.
Jika informasi tersebut benar, maka muncul pertanyaan serius mengenai bagaimana pupuk bersubsidi dapat keluar dari wilayah distribusinya dan siapa saja pihak yang terlibat dalam rantai pengangkutan tersebut.
Apakah pupuk tersebut diambil dari kios resmi? Siapa yang melakukan penebusan? Berapa jumlah pupuk yang diangkut? Dan untuk siapa pupuk tersebut sebenarnya diperuntukkan?
