MAMASA, Lintas-Enam.com — Seorang pria diduga menjadi korban penganiayaan setelah terjadi persoalan terkait antrean pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jeriken di SPBU Lambanan, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat.
Informasi mengenai dugaan peristiwa tersebut beredar di media sosial Facebook pada Selasa (25/8/2026) pagi.
Informasi itu diunggah oleh akun Facebook Uchu Danunan.
Dalam unggahannya, disebutkan seorang pria diduga mengalami penganiayaan yang dilakukan oleh pegawai SPBU Lambanan.
Unggahan tersebut juga menyertakan sejumlah foto yang memperlihatkan seorang pria mengalami luka pada bagian wajah, hingga mengeluarkan darah.
“Korban penganiayaan oleh pegawai SPBU Lambanan gara-gara antrian jirigen,” demikian keterangan dalam unggahan tersebut.
Namun, hingga berita ini ditulis, kronologi lengkap kejadian belum diketahui secara pasti.
Identitas pria yang disebut sebagai korban juga belum diperoleh.
Begitu pula dengan penyebab hingga persoalan antrean tersebut diduga berujung pada tindakan kekerasan.
Belum diketahui pula apakah persoalan tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada aparat penegak hukum.
Redaksi masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak SPBU Lambanan, korban atau pihak keluarga, serta aparat kepolisian terkait dugaan peristiwa tersebut.
Sebagai informasi, SPBU Lambanan merupakan salah satu penyalur BBM yang berada di Desa Lambanan, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa. (*)


