Lintas-Enam.com, MAMASA – SPBU Mambi, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, berencana tidak lagi melayani pembelian bahan bakar minyak (BBM) menggunakan jerigen.
Kebijakan tersebut terpaksa dilakukan setelah adanya aksi demonstrasi yang menyoroti aktivitas penyaluran BBM di SPBU Mambi.
Alih-alih mendukung kebijakan itu, warga justru melayangkan protes, sebab dianggap menyulitkan masyarakat yang berada di pelosok.
Sejumlah warga pun ramai-ramai menyampaikan keberatan.
Mereka menilai kebijakan penghentian pelayanan secara menyeluruh terhadap pembelian menggunakan jerigen, dapat berdampak kepada masyarakat yang benar-benar membutuhkan BBM untuk aktivitas sehari-hari.
Marianus, asal Kecamatan Tabulahan yang turut menyampaikan protes mengatakan, pembelian menggunakan jerigen selama ini tidak hanya dilakukan untuk dijual kembali.
Kata dia, sebagian masyarakat membutuhkannya untuk keperluan pertanian, usaha kecil, serta kebutuhan lainnya di wilayah yang jauh dari lokasi SPBU.
Sebabnya, Marianus mengatakan, aksi unjuk krasa yang dilakukan oleh sejumlah mahasiswa dengan mengatasnamakan masyarakat beberapa waktu lalu, sama sekali tidak mewakili suara masyarakat.
“Kami sama sekali tidak pernah mengadu ke Mahasiswa. Karena tidak mungkin kami masyarakat dari Tabulahan mau datang mengantre untuk pengisian BBM, jadi mau tidak mau, kami harus ke sini bawa jerigen,” ungkap Marianus, Kamis (16/7/2026).
Marianus bahkan menegaskan bawah pihaknya mengantre membeli BBM menggunakan jerigen, tidak menyalahi prosedur karena menggunakan rekomendasi yang dikeluarkan Dinas Pertanian.
“Kami datang bukan seenaknya datang bawa jerigen, tetapi ada prosedur yang kami lalui. Kami membawa rekomendasi yang dikeluarkan secara resmi oleh Dinas Pertanian,” sambungnya.
Agar pasokan BBM di wilayah Mambi dapat memenuhi kebutuhan masyarakat, Marianus menyarankan supaya pihak pertamina menambah kuota.

