Hadiri Pertemuan Keluarga, Welem Sambolangi Beberkan Alasan Maju Pilkada Mamasa

Bakal calon kepala daerah Kabupaten Mamasa, Welem Sambolangi saat menghadiri pertemuan keluarga di Messawa (foto/Febrianti)

Lintas-Enam.com, Mamasa – Welem Sambolangi menghadiri undangan dari kerabat dan simpatisan di Desa Makuang, Kecamatan Messawa, Kabupaten Mamasa, Provinsi Sulawesi Barat, Sabtu (1/6/2024).

Ini merupakan kunjungan pertama Welem ke Messawa sejak menyatakan niatnya maju pada pemilihan kepala daerah (Pilkada) Mamasa 2024.

Olehnya itu, salah seorang kerabat yang hadir, Markus Tandi menjelaskan bahwa Welem ialah bakal calon bupati yang memiliki ikatan kekeluargaan dengan warga Messawa.

“Welem adalah orang Messawa. Orang tua Pak Welem orang Dadeko Malimbong. Supaya kita paham semua bahwa kehadiran bakal calon adalah keluarga kita sendiri,” ujarnya.

Pengakuan itu, sekaligus meluruskan pertanyaan sering dilontarkan masyarakat, sehubungan asal usul Welem.

Welem pun mengungkapkan terima kasih karena pengakuan tersebut inisiatif dilontarkan langsung oleh keluarganya.

Baca Juga:  Wakapolres Mamasa Hadiri Musda ke-V Partai Golkar

“Saya selalu katakan di Mamasa, di manapun saya berdiri bahwa bukan karena pilkada saya mengaku orang Mamasa, karena saya memang orang Messawa,” tambahnya.

Pada kesempatan itu, Welem Sambolangi juga menjawab beberapa pertanyaan yang kerap ditanyakan masyarakat perihal niatnya untuk maju menjadi calon bupati Mamasa 2024.

Ia menjelaskan bahwa dirinya adalah orang berdarah Mamasa yang prihatin dengan kondisi Mamasa.

“Banyak yang tanya saya waktu pertama saya datang, apa dasarnya mencalonkan diri di Mamasa. Saya katakan karena saya orang Mamasa, dan kedua karena saya punya keprihatinan dengan Mamasa,” jelas Ketua DPRD Tana Toraja tiga periode itu.

Selain itu, Welem juga niat maju di Pilkada Mamasa lantaran mengaku miliki pengalaman, punya jaringan dan punya kinerja, untuk bisa dibawa ke Mamasa.

Baca Juga:  Katanya Sinkronisasi RKA dan RPJMD, Ternyata Bupati Mamasa Panggil OPD ke Rujab Bagi-bagi Pagu

Lebih jauh ia mengungkapkan, alasan memilih Mamasa dibanding daerah tempat ia berkarir yakni Tana Toraja, karena menurutnya tidak ada batasan bagi seseorang untuk mencalonkan diri di seluruh wilayah di Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *