Lintas-Enam.com, Mamasa – Kampanye Akbar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Mamasa nomor urut dua, Ruslan D. Pandayai dan Andi Faridha Fachri atau Ruslan-Ida, yang digelar di Lapangan Kondosapata, berlangsung meriah.
Euforia masyarakat menyambut pesta demokrasi 5 tahunan di Kabupaten Mamasa itu, tak luput dari pantauan Lintas-Enam.com, saat kampanye akbar berlangsung Senin (18/11/20240, siang tadi.
Namun ada hal menarik yang juga tak luput dari pantauan saat orasi politik pimpinan partai pengusung Passlon Ruslan-Ida.
Satu di antaranya adalah orasi politik Ketua DPC PKB Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), Martinus Tiranda, yang disambut teriakan ribuan massa pendukung.
Mengawali orasi politiknya, mantan Wakil Bupati Mamasa periode 2018-2024 itu melantunkan lagu daerah Mamasa.
“Eranni iko Mambulilling, angku tendanni Kepa,’ battu bennanta iolo, kende’ Landabanua,” ucap Martinus Tiranda memulai orasinya yang jika diartikan yang berarti buatlah tangga ke Gunung Mambulilling, dan ku buat titian ke Gunung Kepa’, siapakah di antara kita yang lebih dulu tiba di Puncak Gunung Landabanua,.
Orasi politik itu dilanjutlkan Martinus Tiranda dengan mengatakan bahwa politik itu seni, bukan kekacauan.
“Politik itu rendah hati, bukan kesombongan, politiok itu sederhana, bukan keangkuhan dan politik itu cinta kasih, bukan kebencian,” ketus Martinus Tiranda.
Menurut dia, pasangan Ruslan-Ida adalah pasangan yang memenuhi semua kriteria itu.
Dia melanjutkan, Mamasa butuh pemimpin yang rendah hati, pemimpin yang menghargai orang lain.





