Lintas-Enam.com, Mamasa – Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Cabang Mamasa, berencana menggelar aksi unjuk rasa menyikapi polemik dana Pilkada 2024.
Hal itu menyusul pernyataan Divisi Hukum Parmas dan Humas Bawaslu Mamasa, Adiwijaya, yang mengatakan pihaknya terancam tidak menjalankan tahapan Pilkada lantaran Pemda belum mengalokasikan sisa dana yang seharusnya terima akhir Juli 2024.
Padahal sebelumnya Pj Gubernur Sulbar, Bahtiar Baharuddin juga telah menegaskan agar memprioritaskan Pilkada, bahkan bila perlu mengurangi belanja yang tak penting. Hal itu ia ungkapkan saat berkunjung ke Mamasa beberapa waktu lalu.
Polemik ini mengundang banyak reaksi keras dari sejumlah aktivis. Satu di antaranya Ketua Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) cabang Mamasa, Gabriel Dakosta Swares.
Ia dan kelompoknya mengancam akan turun ke jalan sampai persoalan tersebut tuntas.
“Kami sampaikan dengan tegas bahwa hal ini akan terus kami kawal, tentunya dengan turun ke jalan sekalipun untuk melaksanakan aksi sampai persoalan ini bisa diselesaikan secepatnya,” ujarnya via WhatsApp Kamis (1/8/2024).
Pihaknya meragukan keseriusan Zain menghadapi Pilkada, sementara tahapan pemilihan terus berjalan dan waktu yang kian mendesak.
“Padahal berdasarkan aturan kesepakatan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD) harusnya sudah 100 persen, tapi yang sudah terealisasi itu baru 27 persen, berdasarkan Permendagri 41 mengamanahkan pencairan dalam dua tahap. Tahap pertama 40 persen, dan tahap kedua 60 persen,” tuturnya.