Diberitakan sebelumnya, sejumlah foto yang memperlihatkan Kepala Puskesmas (Kapus) Mehalaan, Fatmawati dengan gestur salam tiga jari, tengah beredar luas di media sosial.
Salah satu foto yang beredar, Kapus Mehalaan bersama Welem Sambolangi berpose dengan gestur yang memperlihatkan jari telunjuk, jari kelingking dan ibu jari yang identik dengan simbol pasangan calon (Paslon) nomor urut tiga.
Di foto itu, diakui Kapus Mehalaan, ia bersama Welem Sambolangi, anaknya dan keponakannya. Foto itu ia ambil saat menggelar hajatan di rumahnya beberapa waktu lalu.
Dalam foto lainnya, Kapus Mehalaan berpose bersama kerabatnya dengan gestur tangan yang juga identik dengan simbol dukungan Paslon nomor tiga. Foto itu diambil saat hendak melayat ke Toraja beberapa waktu lalu.
Tak hanya foto, bahkan sebua video tangkapan layar story Whatsapp pribadi Kapus Mehalaan, juga tengah beredar di media sosial.

Video berdurasi 16 detik itu memperlihatkan Kapus Mehalaan Bersama beberapa kerabatnya meneriakkan WS-Hadir sebagai bentuk dukungan.
Dalam video itu, tampak seorang lelaki yang memandu yel-yel, “Siapa kita” yang dijawab Kapus Mehalaan bersama beberapa orang dengan mengatakan “WS- Hadir’’ sembari mengacungkan simbol tiga jari.
Tak sampai di situ, lelaki pemandu dalam video itu kembali meneriakkan “nomor berapa”.
Teriakan itu dijawab Kapus Mehalaan dengan teriakan “nomor tiga” secara berulang sebanyak dua kali.
Foto dan video yang beredar itu dibenarkan Kapus Mehalaan, Fatmawati. Dia mengaku, foto itu diambil saat hajatan di rumahnya.
“Itukan acara keluarga. Kebetulan di rumah kami ada perkawinan, Pak Welem itu kan keluarga kami, jadi otomatis beliau hadir. Dan saya terbawa arus,” beber Fatmawati, dikonfirmasi via telepon, Minggu (17/11/2024).
Dari beberapa rentetan peristiwa dalam foto maupun video itu, Fatmawati mengaku refleks, meskipun ia menyadari bahwa akan berakibat pada netralitas aparatur sipil negara (ASN).
