Berita  

Penggunaan Dana DAU dan DAU-SG Dinilai Tak Tepat Sasaran, Kejari Mamasa Diminta Periksa BPKD

Gambar: Ilustrasi Dana Alokasi Umun

Penggunaan Dana DAU dan DAU-SG Dinilai Tak Tepat Sasaran, Kejari Mamasa Diminta Periksa BPKD

Lintas-Enam.com, Mamasa – Harapan masyarakat terhadap penggantian Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), tak sesuai ekspektasi.

Betapa tidak, dengan digantinya Kepala BPKD melalui Job Fit beberapa bulan lalu, diharapkan dapat membawa perubahan terhadap pengelolaan keuangan daerah.

Namun, kenyataannya tidak sesuai harapan. Beberapa warga menilai, pengelolaan keuangan daerah pasca penggantian kepala badan, justru semakin parah.

Salah seorang sumber berkompeten yang enggan disebut identitasnya menilai bahwa penggunaan Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Alokasi Umum Specific Grant (DAU-SG).

Baca Juga:  Sinergi Muda Mamasa Soroti Anggaran Turnamen Domino: Negara Jangan Dijadikan Kas Permainan

Menurutnya, banyak kegiatan seremonial yang lebih diutamakan ketimbang menyelesaikan persoalan banyaknya utang kegiatan fisik, untuk menghindari mangkraknya program tersebut, dan tidak berdampak positif terhadap masyarakat.

“Bayangkan saja, setiap bulan ada transferan ke daerah sebesar Rp32 Miliar untuk belanja pegawai, dan masih ada sisa sebesar Rp8 miliar dari total Rp32 Miliar, tapi alokasinya tidak jelas,” katanya kepada Lintas-Enam.com, Sabtu (29/11/2025).

Karenanya, ia meminta agar Kejaksaan Negeri Mamasa, memeriksa Kepala BPKD, Kepala Bidang Perbendaharaan dan Kepala Kas Daerah, terkait alokasi dana DAU dan DAU-SG.

Kepala BPKD Mamasa, Hermin Lullulangi, dikonfirmasi perihal informasi itu, namun ia belum beri tanggapan.

Baca Juga:  Paripurna Peringati HUT Kabupaten Mamasa, 10 Anggota DPRD Absen

Kepala Bidang Perbendaharaan, Chaterine Dessaratu, juga dikonfirmasi via Whatsapp, namun tidak beri tanggapan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *