“Jika evaluasi menyeluruh tidak dilakukan, maka Bupati patut diduga bersekongkol dalam ketidakmampuan sistemik ini,” ujar Arifin.
“Rakyat Mamasa butuh kepemimpinan yang progresif dan berani membersihkan barisan dari elemen-elemen penghambat kemajuan,” sambungnya.
Mempertegas desakan ini, HMI bakal mengawal isu ini secara berkelanjutan, termasuk menyiapkan kajian akademik terhadap kinerja OPD yang dianggap bermasalah.
Tidak menutup kemungkinan, HMI kata Arifin, untuk melakukan aksi massa jika tidak ada langkah konkret dari Pemerintah Kabupaten. (*)
