Berita  

LMND Sulbar Apresiasi Rekor Muri Mamasa, Dorong Hilirisasi Kopi dan Bambu

Gambar: Sekretaris LMND Sulbar, Gunawan.

MAMASA, Lintas-Enam.com — LMND Sulawesi Barat mengapresiasi capaian Rekor Dunia Muri Kabupaten Mamasa melalui kegiatan minum kopi serentak menggunakan cangkir bambu terbanyak.

Kegiatan minum kopi dengan tema Seruput Kopi Mamasa dilaksanakan usai upacara peringatan HUT ke-81 RI, di Tribun Lapangan Kondosapata, pada Senin (17/8/2026).

Apresiasi disampaikan Sekretaris LMND Sulbar, Gunawan.

Menurut Gunawan, capaian tersebut menjadi langkah positif dalam memperkenalkan kopi dan bambu sebagai potensi unggulan Mamasa.

“Kami mengapresiasi Pemda Mamasa. Ini bukan hanya soal rekor, tetapi keberanian mengangkat kopi dan bambu sebagai identitas daerah,” ujar Gunawan.

Namun, ia berharap capaian tersebut tidak berhenti pada kegiatan seremonial.

Gunawan mendorong momentum rekor MURI dimanfaatkan untuk memperkuat ekonomi masyarakat.

Baca Juga:  Kasus Dugaan Pencatutan Data Warga di Wonomulyo, PNM Janji Segera Tuntaskan

Menurutnya, kopi Mamasa perlu didorong masuk ke tahap hilirisasi.

Mulai dari pengolahan, pengemasan, branding, sertifikasi hingga pemasaran.

“Jangan sampai kita berhasil mencatat rekor dunia, tetapi petani masih menjual kopi dalam bentuk mentah,” tegasnya.

Hal serupa, kata Gunawan, perlu dilakukan terhadap bambu.

Cangkir bambu yang digunakan dalam kegiatan tersebut dinilai dapat dikembangkan menjadi produk ekonomi kreatif masyarakat.

Ia juga mendorong Koperasi Desa Merah Putih mengambil peran dalam rantai ekonomi tersebut.

Koperasi, menurutnya, dapat membantu menampung, mengolah dan memasarkan produk masyarakat.

“Petani harus mendapatkan nilai tambah. Jangan hanya menjadi pemasok bahan baku,” katanya.

Gunawan menegaskan, LMND Sulbar tidak mengurangi nilai capaian Pemkab Mamasa.

Sebaliknya, pihaknya berharap rekor tersebut menjadi awal kebijakan ekonomi yang lebih konkret.

Baca Juga:  AJI Kota Mandar Desak Polisi Usut Dugaan Kekerasan terhadap Reporter Tribun Sulbar di Pasangkayu

“Prestasi yang lebih besar adalah ketika petani kopi sejahtera, pengrajin bambu berkembang, UMKM tumbuh dan anak muda mendapatkan lapangan kerja,” ujarnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *