Ada Dugaan Gratifikasi Dana Dacil di Disdikbud Mamasa, Kasi PTK Dikdas: Itu Ucapan Terimakasih dari Guru

melalui Kepala Seksi Pendidik dan Tenaga Kependidikan Pendidikan Dasar (PTK Dikdas), Sarini.

Kepala Seksi PTK Dikdas Diduga Menerima Gratifikasi

Soal potongan dana tunjangan khusus bagi guru, Sarini membantah melakukan itu. Menurut dia, pihaknya tidak pernah melakukan pemotongan hingga 50 persen.

Kendati demikian, Sarini mengaku, siapapun yang datang bawa uang sebagai ucapan terimakasi, maka uang itu ia ambil berapapun nilainya.

“Siapapun yang datang guru bawakan saya pak, bilang ini ucapan terimakasihku, saya ambil berapapun dan saya tidak pernah patok berapa banyaknya. Itu ucapan terimakasih dari guru,” akunya.

“Tidak dipungkiri kalau mereka menerima, biasa datang bawa ucapan terimakasih tapi tidak semuanya juga pak,” sambungnya.

Diakuinya lagi, beberapa waktu lalu ada sebanya 200 guru yang datanya tidak valid. Sejumlah guru itu meminta datanya divalidasi.

Sebagai imbalan, guru tersebut akan memberikan uang sebagai ucapan terimakasih.

Adapun ucapan terimakasih dalam bentuk uang kata dia, nominalnya bervariasi, mulai dari Rp50 ribu, hingga Rp3 juta, tergantung jumlah yang diterima guru.

“Ada yang sampai 3 juta kalau per triwulan pak, kan biasanya 24 juta dia terima pak,” bebernya.

Pengakuan Sarini Soal Bukti Transferan

Seperti dijelaskan di awal, dugaan pemotongan dana Dacil bagi guru, diperoleh bukti transferan menggunakan BRImo.

Dalam tangkapan layar bukti transferan itu, tercantum nama pengirim yang dicoret. Sementara penerima terlihat jelas nomor rekening dan nama penerima, yakni Siti Jumtiah Walidayan yang diduga staf pribadi Sarini.

Berkaitan itu, Sarini mengaku tidak mengenal pemilik rekening itu.

“Kalau anggotaku Nurwita sama Wiwin,” tukasnya.

Dari hasil penelusuran, diperoleh informasi dari salah seorang kerabatnya bahwa Siti Jumtiah Walidayan merupakan staf Disdikbud.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *