Berita  

FRMM Audiens dengan Pemda Mamasa Buntut Utang Pihak Ketiga Tak Dibayarkan, Ini Hasilnya

FRMM Audiens dengan Pemda Mamasa Buntut Utang Pihak Ketiga Tak Dibayarkan

FRMM Audiens dengan Pemda Mamasa Buntut Utang Pihak Ketiga Tak Dibayarkan, Ini Hasilnya

Lintas-Enam.com, Mamasa – Forum Rakyat Mamasa Mamase (FRMM) audiensi bersama pemerintah daerah Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, buntut dari tidak dibayarkannya utang terhadap pihak rekanan.

Audiensi yang dihadiri langsung Bupati, Welem Sambolangi, Wakil Bupati, H. Sudierman dan Sekretaris Daerah, Muh. Syukur, serta sejumlah kepala OPD, berlangsung di ruang kerja Bupati Mamasa, Selasa (27/5/2024).

Audiensi yang dikoordinir Stenly Gidion sebagai Presidium Forum, meminta agar utang kepada piihak rekanan segera dibayarkan.

Bukan tak beralasan, utang itu dianggap dapat berdampak negatif, jika dibiarkan menumpuk karena tak dibayarkan.

Baca Juga:  Sekretaris DPRD Luwu Utara Serahkan SK PPPK Paruh Waktu: Jangan Banyak Menuntut

Salah satu dampak negatif tidak dibayarkannya utang pihak rekanan, yakni perputaran ekonomi yang tidak efektif.

Di sisi lain Pemda Mamasa melibatkan Kejaksaan Negeri mengembalikan temuan hasil pemeriksaan BPK, kepada pihak rekanan.

Dengan demikian, kebijakan Pemda Mamasa dianggap tidak balance, sebab temuan pihak rekanan wajib dikembalikan sementara haknya tidak dibayarkan.

Dianggap ironis pula, sebab di beberap dinas seperti Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Kesehatan, utang pihak rekeanannya termuat dalam daftar pembayaran utang dan siap dibayarkan.

Berbeda di beberapa instansi seperti Dinas PUPR yang dipilah-pilah akan dibayarkan.

Baca Juga:  PGPI Luwu Utara Nyatakan Dukungan Penuh Pemekaran Provinsi Luwu Raya

Alih-alih membayarkan utang ke pihak rekanan, tahun ini menurut Stenly, Pemda Mamasa justru fokus menambah program baru yang dituangkan ke dalam APBD pergeseran tahun 2025.

Penulis: Samuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *