Berita  

Bela Dua Guru yang Dipecat, PGRI se-Luwu Raya Gelar Rapat Solidaritas

Rapat solidaritas PGRI se-Luwu Raya dilaksanakan di Sekretariat PGRI Kabupaten Luwu Utara, di Masamba, Sulawesi Selatan, pada Selasa (11/11/2025).

Bela Dua Guru yang Dipecat, PGRI se-Luwu Raya Gelar Rapat Solidaritas

Lintas-Enam.com, Luwu Utara – Sebagai bentuk solidaritas terhadap dua guru yang dipecat dari status Aparatur Sipil Negara (ASN), Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) se-Luwu Raya menggelar rapat koordinasi.

Rapat solidaritas ini dilaksanakan di Sekretariat PGRI Kabupaten Luwu Utara, di Masamba, Sulawesi Selatan, pada Selasa (11/11/2025).

Rapat tersebut dihadiri oleh perwakilan PGRI Kabupaten Luwu, Luwu Timur, dan Kota Palopo.

Mereka membahas kasus pemecatan Rasnal dan Abdul Muis, dua guru yang diberhentikan karena dugaan penyalahgunaan dana komite sekolah.

Ketua PGRI Luwu Utara, Ismaruddin, dalam rapat tersebut menilai bahwa pemecatan kedua guru tersebut tidak adil dan perlu dikaji ulang.

Baca Juga:  Operasi Zebra Pallawa 2025 Resmi Dimulai, Ini 9 Pelanggaran yang Jadi Target Utama Satlantas Polres Lutra

“Pemecatan guru karena masalah dana komite adalah tindakan yang tidak adil. Kami akan berjuang untuk membela hak-hak guru yang dipecat dan memastikan mereka mendapatkan keadilan,” tegas Ismaruddin.

Karenanya, rapat koordinasi ini lanjut dia, tidak hanya membahas kasus pemecatan, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat peran PGRI dalam memperjuangkan hak-hak dan kesejahteraan guru di seluruh wilayah Luwu Raya.

“Kami berharap pemerintah dapat mempertimbangkan kembali keputusan pemecatan tersebut. PGRI akan terus berkomitmen memperjuangkan keadilan dan meningkatkan kualitas pendidikan,” ujarnya.

Selain isu pemecatan, rapat itu juga menyoroti pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana komite sekolah, agar tidak menimbulkan kesalahpahaman di lingkungan pendidikan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *