Aliansi Pemuda Sulbar Demo di Kejati, Bawa 4 Tuntutan
Lintas-Enam.com, Mamuju – Puluhan pemuda yang tergabung dalam Aliansi Pemuda Sulbar, berunjuk rasa di Depan Kantor Kejaksaan Tinggi Sulawesi Barat (Sulbar), Kamis (20/3/2025).
Aksi unjuk rasa gabungan Gerakan Poros Pemuda Sulbar (GPPS) dan Gerakan Pemuda Reformasi (Gepermasi) itu, menyampaikan setidaknya drlapan tuntutan.
Adapun 4 tuntutan yang disampaikan yakni;
- Menuntut Kejati Sulbar memeriksa dan menangkap Kaban Keuangan Kabupaten Mamasa.
- Memeriksa dan menangkap Ardiansyah Sekda Majene (Mantan Sekda Mamasa) atas dugaan tindak pidana korupsi.
- Memeriksa dan menangkap kontraktor pekerja ruas jalan Ratte Banea, Kecamatan Sumarorong, pengaspalan jalan poros Tawalian-Sespa, pengaspalan jalan Taupe, Kecamatan Mamasa, pekerjaan jalan Bottik- Maseswe kec nosu Mamasa pada tahun 2022 bersumber dari dana Pen.
- Serta mendesak agar Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga dan semua para Kabid-nya agar dipanggil dan diperiksa terkait dugaan tindak pidana korupsi pada tahun 2023/2024 bersumber dari dana Hibah.
Koordinator Lapangan, Roy Darwis, mengungkapkan bahwa dirinya akan kembali melakukan aksi untuk menguji gelombang massa dijilid 2, apabila Kejaksaan Tinggi Sulbar tudak berani memeriksa Ardiansyah yang menjadi tuntutannya.
tinggi Sulbar tidak berani memanggil dan memeriksa Ardiansyah dan yang lainnya yang tertera dalam tuntutan kami.
“Kami berjanji akan melakukan aksi berjilid sampai tuntutan kami semua dipenuhi. Dan kami siap lakukan konsolidasi akbar se-Sulbar, di sinilah peran Kejati agar mampu menegakkan keadilan demi rakyat dan daerah yang kami cintai yaitu Kabupaten Mamasa,” ungkapnya.
Pada aksi itu, pengunjukrasa juga menantang Ardiansyah melakukan sumpah pocong apabila benar dirinya tidak terlibat dalam defisit Mamasa Rp.255 Milyar, sejak menjabat sebagai Kaban Keuangan Mamasa tahun 2018 dan Sekda Mamasa tahun 2021. (Rls)