MAMUJU, Lintas-Enam.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Mamuju menggelar demonstrasi di Simpang Lima, Kabupaten Mamuju, Sulawesi Barat, Kamis (22/10/2026).
Aksi itu menjadi bentuk evaluasi terhadap dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakilnya, Gibran Rakabuming Raka.
PMII Mamuju membawa 15 tuntutan yang menyoroti persoalan di tingkat lokal maupun nasional.
Isu yang disuarakan meliputi kelangkaan bahan bakar minyak (BBM), kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), konflik agraria, hingga evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Mahasiswa juga menyoroti persoalan lapangan kerja, pelayanan publik, kebijakan sosial, lingkungan hidup, pendidikan, dan penegakan hukum.
Ketua PC PMII Mamuju, Muhlis, menegaskan, demonstrasi itu merupakan bagian dari fungsi kontrol sosial mahasiswa terhadap jalannya pemerintahan.
Menurutnya, momentum dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran harus menjadi ruang evaluasi atas berbagai persoalan yang masih dihadapi masyarakat.
“Kami menjadikan dua tahun pemerintahan Prabowo-Gibran sebagai masa untuk menyampaikan evaluasi terhadap berbagai persoalan yang terjadi, baik di tingkat nasional maupun di daerah. Pemerintah harus memastikan kebijakan yang dijalankan benar-benar berpihak kepada kepentingan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Muhlis.
Muhlis menyampaikan, 15 tuntutan yang dibawa dalam aksinya, tidak hanya berkaitan dengan kepentingan mahasiswa.
Menurutnya, berbagai persoalan yang disuarakan berhubungan langsung dengan kebutuhan masyarakat dan memerlukan penanganan serius dari pemerintah.
Ketersediaan BBM, konflik agraria, kerusakan lingkungan, akses pendidikan, kesempatan kerja, serta pelaksanaan program MBG menjadi sejumlah persoalan yang perlu dievaluasi.
PMII Mamuju meminta pemerintah tidak berhenti pada penyusunan kebijakan, tetapi memastikan pelaksanaannya memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

