Berita  

Beri Sambutan Perdana di Momen Iduladha, Pj. Bupati Mamasa Muh. Zain: Iduladha Lebih Mulia daripada Idulfitri

Pj Bupati Mamasa, Muh. Zain menyampaikan sambutan pada salat iduladha di Lapangan Kondosapata Mamasa

Lintas-Enam.com, Mamasa – Penjabat (Pj) Bupati Mamasa, Muh. Zain beri sambutan pada kegiatan salat berjamaah Iduladha untuk pertama kalinya, di Lapangan Kondosapata’, Kelurahan Mamasa, Kecamatan Mamasa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Senin (17/6/2024).

Pada kesempatan itu ia mengucap syukur dapat melaksanakan Iduladha di Mamasa untuk pertama kali dan juga mungkin terakhir kali baginya.

Selain itu ia juga menyampaikan permohonan maaf jika ada hal yang kurang berkenan selama kurang lebih enam bulan menjabat.

Bagi Muh Zain, Iduladha lebih mulia daripada Idulfitri

“Idul kurban sesungguhnya lebih mulia daripada Idulfitri,” ujarnya.

Ia mengatakan, pengurbanan hewan ini meneladani Nabi Ibrahim Alaihissalam (AS).

Nabi Ibrahim AS, lanjut Muh Zain, kerap disebut Abul Anbiya atau bapak para nabi.

“Kenapa disebut bapak para nabi, karena hampir seluruh agama-agama besar di dunia secara genetik berasal dari keturunan Nabi Ibrahim,” katanya.

Baca Juga:  Dana BOK Puskesmas Aralle Diduga Disalahgunakan, APH Diminta Lakukan Penyelidikan

“Yahudi itu Nabi Yakub. Yakub itu juga masih dari nabi Ibrahim. Yesus Kristus atau nabi Nasrani, Nabi Isa AS itu juga putranya Nabi Ibrahim dari garis Ishak. Muhammad SAW itu dari garis Ismail yang kita peringati pada hari ini,” terangnya.

Iduladha dimaknai Muh Zain, sebagai pengorbanan dan berbagi dengan sesama.

Gotong royong dan kebersamaan dalam menangani bencana longsor di sejumlah titik di Mamasa, menurutnya adalah salah satu wujud dari makna Iduladha.

“Alhamdulillah dengan gotong royong, kebersamaan, kohesi sosial, kita bersama-sama, sikamase-mase (saling mengasihi), sehingga dalam waktu kurang lebih satu bulan kita bisa menyelesaikan lebih 200 titik,” tuturnya.

Sehubungan itu, ia mengutip pandangan gurunya soal penyebab longsor. Di mana pandangan masyarakat terbagi, antara karena dosa atau karena siklus alam.

Baca Juga:  Rotasi Polri, M. Awal Chairuddin Resmi Pimpin Polda Sulsel

“Guru saya profesor dari Prancis mengatakan bencana ada karena siklus. Artinya longsor, banjir, gempa, banjir bandang akan terus terjadi di kampung kita karena ini adalah siklus,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *