Melihat adanya sejumlah siswa yang mengalami keluhan setelah mengonsumsi MBG, pihak sekolah kemudian mengambil langkah antisipasi dengan meminta pendampingan tenaga kesehatan.
Hikmah meminta bantuan kepada kepala puskesmas setempat untuk melakukan penanganan dan pendampingan terhadap para siswa.
Kepala puskesmas kemudian meminta mobil ambulans menuju sekolah.
Sekitar pukul 12.00 WITA, beberapa siswa yang terindikasi mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi MBG kemudian dibawa untuk mendapatkan pemeriksaan dan penanganan medis.
Pihak sekolah berharap kondisi para siswa segera membaik dan penyebab munculnya keluhan kesehatan, dapat diketahui melalui pemeriksaan pihak terkait.
Dari kasus keracunan ini, sebanyak 14 siswa dilarikan ke Puskesmas Tabulahan untuk mendapatkan perawatan intensif.
Saat ini, dari 14 siswa, 6 di antaranya sudah dipulangkan, 8 masih menjalani perawatan, 1 siswa dilaporkan akan dirujuk karena mengidap penyakit bawaan.
“Ada satu siswa yang akan dirujuk, saat ini sedang menunggu konfirmasi dari rumah sakit rujukan,” ujar Hikmah.(*)
