Berita  

Siswi SD di Messawa Tenggelam Saat Ikut Pramuka, Wakil Ketua DPRD Mamasa Soroti Minimnya Pengawasan

Gambar: Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Arwin Rahman Tona

MAMASA, Lintas-Enam.com Peristiwa tragis menimpa seorang siswi SDN 001 Messawa, Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat, Jumat, (14/8/2026).

Siswi bernama Arsyifa Swaqia (10) dilaporkan tenggelam di sungai, saat mengikuti kegiatan Pramuka di Desa Rippung, Kecamatan Messawa.

Korban diduga hendak mandi di sungai setelah mengikuti rangkaian kegiatan Pramuka.

Peristiwa tersebut kemudian mengundang keprihatinan dari berbagai pihak, termasuk jajaran DPRD Kabupaten Mamasa.

Wakil Ketua II DPRD Mamasa, Arwin Rahman mengecam pihak penyelenggara kegiatan yang dinilai perlu memastikan keselamatan peserta selama kegiatan berlangsung.

Menurutnya, keselamatan anak-anak harus menjadi prioritas utama dalam setiap kegiatan yang melibatkan pelajar.

“Jangan sampai kegiatan yang seharusnya menjadi tempat belajar dan membentuk karakter justru menimbulkan korban,” tegasnya, Sabtu (15/8/2026).

Baca Juga:  Komite Percepatan Pemekaran DOB Kabupaten PUS Resmi Dibentuk, Ini Harapan Bupati Mamasa

Ia meminta pihak penyelenggara melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan, khususnya terkait pengawasan dan keamanan peserta.

Pengawasan terhadap siswa, kata dia, harus dilakukan secara ketat, terlebih ketika kegiatan dilaksanakan di sekitar sungai atau lokasi yang memiliki potensi bahaya.

Selain lemahnya pengawasan, Arwin juga menyoal minimnya sarana dan prasarana pendukung seperti MCK di lokasi perkemahan.

Ia juga menyampaikan belasungkawa kepada keluarga korban atas musibah yang terjadi.

“Kami turut berduka cita. Semoga keluarga diberikan kekuatan dan ketabahan menghadapi musibah ini,” ujarnya.

Peristiwa tersebut menjadi perhatian serius, agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dalam kegiatan yang melibatkan anak-anak sekolah.

Baca Juga:  Utang Daerah Mamasa Capai Rp130 Miliar, Rama Desak Pemda Buka Roadmap Penyelesaian

Pihak penyelenggara diharapkan menjadikan kejadian ini sebagai bahan evaluasi, guna meningkatkan standar keselamatan dan pengawasan dalam setiap kegiatan Pramuka maupun kegiatan sekolah lainnya. (*)

Penulis: Samuel

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *