Berita  

Kantor DPRD Mamasa Diduga Diserang OTK, Kaca Pintu Ruang Paripurna Pecah

Staf DPRD Mamasa membersihkan pecahan kaca yang berserakan di lantai lobi kantor DPRD Mamasa

Kantor DPRD Mamasa Diduga Diserang OTK, Kaca Pintu Ruang Paripurna Pecah

Lintas-Enam.com, Mamasa – Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Mamasa, Sulawesi Barat (Sulbar), di Rante-Rante, Desa Osango, Kecamatan Mamasa, diduga diserang orang tak dikenal (OTK).

Insiden ini baru diketahui pihak Staf di Sekretariat DPRD pada Senin (11/8/2025) sekira pukul 08.00 Wita pagi tadi.

Dari pantauan Lintas-Enam.com, kaca pintu di lobi menuju ruang paripurna alami kerusakan parah, diduga dilempar.

Setelah menerima laporan, Satreskrim Polres Mamasa, dipimpin Kasat Reskrim, Iptu Drones Ma’dika, langsung mendatangi TKP.

Pihak Kepolisian telah memasang police line di depan pintu yang alami kerusakan.

Kasat Reskrim Polres Mamasa, Iptu Drones Ma’dika mengatakan, pihaknya telah melakukan olah TKP.

Baca Juga:  Bupati Mamasa Akui Panggil Kepala OPD di Rujab Secara Bergantian: Sinkronisasi RKA dan RPJMD

Pihak Reskrim juga masih mendalami kejadian ini, dengan mengumpulkan keterangan dari warga yang bermukim di sekitar Kantor DPRD Mamasa, guna mengetahui siapa pelakunya.

Selain mengumpulkan keterangan, Satreskrim juga kata Drones, tengah mengumpulkan bukti-bukti dari CCTV di sekitar rumah penduduk dan mini market.

“Kita masih melakukan pendalaman dan mengumpulkan bukti-bukti, baik pernyataan warga maupun rekaman CCTV,” ungkap Drones.

Lebih jauh Drones menjelaskan, pihaknya belum mastikan kapan kejadian pengrusakan ini.

Namun, diperkirakan pengrusakan oleh OTK, berlangsung antara hari Minggu-Senin pagi.

“Antara Minggu dan Senin, bisa malam, bisa juga pagi. Intinya kita masih melakukan penyelidikan,” tutup Drones.

Baca Juga:  SPPG Tandukkalua Salurkan MBG, 2.560 Penerima Manfaat Dapat Makanan Bergizi

Sementara itu, Anggota DPRD Mamasa, Fraksi Gerindra, mendesak agar pihak Kepolisian Resor Mamasa, menuntaskan kasus ini.

“Ini tidak boleh dibiarkan, kita minta agar Kepolisian menuntaskan kasus ini, siapapun pelakunya,” pintanya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *