MAMASA, Lintas-Enam.com — Suasana di Ruang Sidang Kantor DPRD Kabupaten Mamasa, seketika hening, siang itu Kamis (1/10/2026).
Suara riuh ratusan massa yang tadinya pecah menggebu, perlahan surut tatkala Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, menyampaikan harapannya.
Awal kata yang menyala, terhenti seperti terbata-bata saat air matanya mulai menetes haru.
Ada harapan di balik air mata, ada mimpi di balik setiap kata-kata yang ia ucap.
Proposal yang diantarkan Komite Percepatan Pemekaran DOB Pitu Ulunna Salu (PUS), bukan sekadar tumpukan dokumen yang dibawa ke hadapan wakil rakyat.
Di balik lembaran proposal itu, tersimpan harapan masyarakat Pitu Ulunna Salu yang selama bertahun-tahun menanti hadirnya daerah otonomi baru.
Wakil Bupati Mamasa, H. Sudirman, tak mampu menyembunyikan rasa harunya.
Di hadapan massa dan para tokoh serta pimpinan dan anggota DPRD Mamasa yang hadir, suara Sudirman terdengar berat.
Ada harapan yang ingin disampaikan. Ada perjuangan panjang yang ingin dititipkan.
Dan ada kerinduan masyarakat Pitu Ulunna Salu agar pelayanan pemerintahan dapat semakin dekat dengan rakyat.
Sudirman menyampaikan bahwa perjuangan DOB PUS bukan semata-mata tentang perubahan administrasi wilayah.
Lebih jauh, pemekaran diharapkan menjadi jalan untuk mendekatkan pelayanan publik, membuka akses pembangunan, serta memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat di wilayah Pitu Ulunna Salu untuk berkembang.
“Ini bukan hanya tentang sebuah dokumen. Ini tentang harapan masyarakat,” demikian pesan yang tersirat dari sikap Sudirman saat mendampingi proses penyerahan proposal tersebut.
Ribuan masyarakat yang mengiringi perjuangan itu menjadi gambaran bahwa aspirasi DOB PUS telah menjadi harapan bersama.
Mereka datang membawa satu pesan. Perjuangan jangan berhenti di meja DPRD.
Sudirman berharap seluruh pihak dapat melihat perjuangan DOB PUS dengan hati yang sama.


